Skip to content Skip to left sidebar Skip to footer

Tag: wisata lombok

Adakah Solusi Untuk Bebaskan Sampah di Destinasi Wisata Halal Lombok?

lombokonline.co.id – Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengantongi predikat sebagai destinasi wisata halal terbaik di dunia sedang berjibaku dengan persoalan sampah. Sebagai destinasi wisata, pulau di sebelah timur Bali itu harus bisa tampil bersih.

Kamis, 13 April 2017 lalu, tiga menteri juga sibuk mencari solusi soal sampah Bali. Mereka itu adalah Menkomar Luhut Binsar Pandjaitan, Menpar Arief Yahya dan Menhub Budi Karya Sumadi, yang mencari solusi sampah di Bali itu. Bahkan mereka juga mengundang Jakpro Jakarta Propertindo dan satu perusahaan pengolah sampah di Benowo, Surabaya.

Namun, bersih saja belum cukup. Person in Charge (PIC) Mandalika dari Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Taufan Rahmadi mengatakan, Kamis 13 April 2017 ada rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Kemaritiman. Menurutnya, upaya menangani sampah di Pulau Lombok perlu melibatkan masyarakat.

Rahmadi mengaku telah berdiskusi dengan pakar dari Eco Green Nusantara untuk manajemen pengelolaan sampah. “Eco Green Nusantara adalah sebuah wirausaha sosial yang bergerak dalam bidang pengolahan sampah di NTB,” ujar Taufan.

Menurutnya, Eco Green Nusantara sudah menunjukkan capaian positif dalam pengelolaan sampah melalui program Bank Sampah Bintang Sejahtera NTB. Program itu tersebar di lima kabupaten/kota di Lombok.

“Ada pula recycle center (pusat daur ulang, red) di Kota Mataram, NTB. Eco Green bertujuan untuk menjaga lingkungan sekaligus membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat pada pelestarian lingkungan serta pengembangan ekonomi masyarakat desa melalui usaha pengolahan sampah,” ujarnya.

Taufan menambahkan, kosep itu bisa diterapkan di lokasi-lokasi wisata. “Eco Green  mencoba untuk mengusulkan quick win pengelolaan sampah di kawasan wisata,” katanya.

Taufan juga menyampaikan kabar baik tentang perkembangan amenitas di lingkar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Menurutnya, jumlah homestay di lingkar KEK Mandalika terus bertambah.

Hingga 13 April 2017, total ketersediaan homestay sudah mencapai 708 ruang. “Ini sesuai data updated yang kami peroleh dari Tim Relawan Lombok Tourism Forum di lapangan,” lanjutnya.

Seperti diketahui, Lombok menyabet tiga penghargaan serius dari ajang World Halal Tourism Award 2016. Tiga penghargaan itu adalah World’s Best Halal Honeymoon Destination untuk Sembalun Lombok, World’s Best Halal Beach Resort untuk Novotel Lombok Resort & Villas, serta World’s Best Halal Travel Website bagi  www.wonderfullomboksumbawa.com (webtorial)

Catat, Ini Sederet Agenda Keren Wisata di Lombok Tahun 2017

lombokonline.co.id, Jakarta – Sejumlah agenda wisata siap menyambut para wisatawan yang menyambangi Pulau Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 2017.

“Event unggulan ini tersebar di 10 kabupaten dan kota di NTB,” kata Kepala Dinas Pariwisata  NTB Lalu Mohammad Faozal, seperti dilansir dalam siaran pers Kementerian Pariwisata.

Sejumlah event yang sudah dijadwalkan berlangsung di Lombok dan Sumbawa selama 2017 adalah:

  • Lombok Sumbawa Great Sale (1 Januari-30 Januari)
  • Pesta Rakyat Bau Nyale (Februari)
  • Festival Pesona Lawata
  • Lombok Travel Mart 4 by DPD Asppi NTB (Maret)
  • Festival Pesona Tambora (April)
  • Tour D’Lombok (13-16 April)
  • Mekaki Marathon (30 April)
  • Lombok Sumbawa Pearl Ferstival (Juni)
  • Bulan Pesona Lombok Sumbawa (Agustus-September)
  • Festival Pesona Mentaram (Agustus)
  • Festival Pesona Senggigi (September)
  • Mandalika Tour D` Lombok (September)
  • Festival Pesona Lakey
  • Festival Pesona Gili Indah (November)
  • International Halal Travel Fair
  • Rinjani Golf Turnament (Desember).

Sebagai catatan, provinsi ini juga merupakan “langganan” peraih penghargaan untuk wisata halal kelas dunia. Pada 2016, perwakilan provinsi ini di World Halal Tourism Award mengantongi tiga dari 12 penghargaan yang didapat Indonesia.

Ketiganya adalah:

  • Novotel Lombok Resort & Villas, Lombok, Nusa Tenggara Barat, sebagai World’s Best Halal Beach Resort.
  • Situs web www.wonderfullomboksumbawa.com sebagai World’s Best Halal Tourism Website.
  • Sembalun Village Region, Lombok, Nusa Tenggara Barat, sebagai World’s Best Halal Honeymoon Destination.

Pada 2015, NTB juga sudah mengantongi dua penghargaan dari ajang serupa, untuk kategori:

Faozal menambahkan, Lombok dan Sumbawa menawarkan daya tarik yang bertumpu pada wisata budaya (culture), alam (nature),  dan buatan (man made).

Potensi alam NTB, lanjut Faozal, mencakup keindahan bawah laut, pantai, gunung, hutan, dan keanekaragaman hayati. Potensi budaya di wilayah ini pun, ujar dia, menempatkan pariwisata NTB pada posisi dengan daya saing kuat.

“Lombok-Sumbawa memiliki kekayaan budaya yang unik dan heterogen, berupa suku, bahasa, tradisi, dan adat istiadat seperti Bali, Sasak, Samawa, dan Mbojo. Kekayaan budaya ini kita tampilkan dalam event-event menarik yang sudah kami launching ini,” papar Faozal.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata (DBP3N Kemenpar) Esthy Reko Astuty mengatakan, peluncuran kalender acara pariwisata ini merupakan bagian dari upaya mempromosikan dan meningkatkan kunjungan serta lama tinggal wisatawan ke NTB.

Pada 2017, 4 juta wisatawan ditargetkan berkunjung ke NTB. Target ini menjadi bagian dari program Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia untuk menghadirkan 15 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia dan mendorong pergerakan 265 juta pelancong domestik.

“NTB memiliki Mandalika sebagai kawasan resort kelas dunia yang ditetapkan sebagai satu di antara 10 destinasi prioritas untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara,” imbuh Esthy.

Bukit Merese di Lombok Memang Cantik, Ini Buktinya

lombokonline.co.id, Lombok Tengah – Kalau Labuan Bajo punya Pulau Padar dengan view memesona, Lombok punya Bukit Merese. Pemandangan dari perbukitan di tepi pantai ini begitu indah.

Bukit Merese menjadi salah satu objek wisata andalan di kawasan Mandalika, Lombok Tengah, NTB. Mandalika sendiri termasuk salah satu dari 10 Destinasi Pariwisata Prioritas yang tengah dikembangkan pemerintah.

Merese menawarkan pemandangan memesona dengan pantai-pantai sekitar Mandalika yang terlihat dari atas bukit. Kabarnya, di atas bukit traveler bisa menikmati sunrise serta sunset. Jadi memang Bukit Merese tetap asyik dikunjungi baik pagi maupun sore.

detikTravel berkunjung ke sana saat HUT Bersama BUMN yang diselenggarakan oleh Garuda Indonesia pekan lalu. Saat itu rombongan hiking ke Bukit Merese menjelang pagi tiba.

Mendaki puncak bukit bisa dimulai dari sekitar Pantai Aan. Untuk mencapai puncaknya, dibutuhkan waktu sekitar 10 menit. Treknya pun tidak terlalu terjal dan cukup bersahabat untuk didaki. Dengan mendaki santai ditemani suasana sejuk di pagi hari, tak terasa sudah sampai saja di atas bukit.

Bukit Merese, Tanjung Aan Lombok Tengah. Photo by Jackysan

Sayangnya hari itu langit mendung, sehingga sunrise cantik dari atas bukit ini tak memancarkan pesonanya. Walaupun begitu, pemandangan pagi dari atas Bukit Merese tetap memesona.

Di kejauhan terlihat lengkungan Pantai Tanjung Aan dengan pasir putih dan air laut bergradasi biru. Di sisi lainnya, Batu Payung yang unik juga tampak berdiri dengan gagahnya di tepi pantai.

Salah satu sisi bukit ada yang memanjang dengan lekukan-lekukan pantai yang cantik. Fotogenik sekali untuk difoto. Saat ini pun Bukit Merese sedang hijau-hijaunya di musim penghujan.

Bukit-Merese,-Tempat-terbaik-untuk-jatuh-cinta-3
Sunset di Bukti Merese, Pantai Tanjung Aan Lombok. Photo by Jackysan

Bukit Merese memang cukup luas. Berjalan ke sisi lainnya, ada bagian bukit yang mendatar. Nah di ujung dataran tinggi ada sebuah pohon yang tak jarang disebut sebagai Pohon Galau. Memang pohon itu berdiri sendirian di sana tanpa ada pohon besar lain yang tumbuh di sekitarnya.

Kabarnya pohon itu memang sengaja ditaruh di atas bukit sebagai properti dari sebuah film. Namun sampai sekarang dibiarkan tumbuh. Tak ayal, pohon itu sering dijadikan spot foto favorit traveler. Apalagi saat sunset tiba.

Kemenpar Inginkan Lombok Jadi Tujuan Utama Wisatawan Korea

lombokonline.co.id, Mataram – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menginginkan Lombok di Nusa Tenggara Barat, menjadi destinasi utama kunjungan wisatawan Korea Selatan.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana pada Lokakarya Pembangunan Kapasitas Pariwisata ASEAN-Korea di Lombok, NTB, Kamis (12/1/2017), mengatakan perkembangan pariwisata NTB, khususnya Lombok saat ini cukup pesat.

“Lombok menjadi salah satu destinasi yang dipasarkan ke Korea selain wisatawan dari negara-negara Timur Tengah,” katanya.

Menurut Pitana, Kementerian Pariwisata telah menargetkan tahun 2019 mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia, salah satunya ke Lombok. Bahkan, dalam kurun hingga tahun 2015 kunjungan wisatawan Korea yang datang ke Indonesia selalu meningkat.

Menurut Pitana, Kementerian Pariwisata telah menargetkan tahun 2019 mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia, salah satunya ke Lombok. Bahkan, dalam kurun hingga tahun 2015 kunjungan wisatawan Korea yang datang ke Indonesia selalu meningkat.

Sekretaris Jenderal ASEAN-Korea, Kim Young Sun mengakui pariwisata NTB, khususnya Lombok cukup potensial untuk terus dikembangkan. Terutama keindahan alam yang dimilikinya seperti keberadaan Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Kemudian, Gunung Rinjani serta keberagaman budayanya.

Untuk menggaet wisatawan Korea ke Indonesia, khususnya Lombok perlu diawali dengan penawaran paket bersama Bali-Lombok untuk membuka wawasan wisatawan Korea tentang Lombok terlebih dahulu.

“Karakteristik wisatawan Korea yang pertama kali mengunjungi destinasi datang dalam group. Untuk datang yang kedua dan seterusnya mereka akan melakukan secara individual,” ujarnya.

Karena itu, menurut Kim, peranan biro perjalanan di Indonesia dan Korea Selatan menjadi sangat penting.

“Perlu dipahami seperti apa persepsi orang Korea terhadap destinasi wisata dan apa yang mereka inginkan saat mengunjungi destinasi wisata, sehingga produk yang ditawarkan dapat menarik wisatawan Korea,” katanya.

Bandung Masih Jadi Pasar Potensial Wisata Lombok Sumbawa

lombokonline.co.id – Sedikitnya 50 industri pelaku Pariwisata Kota Bandung, antusias mengikuti road show BPPD di Kota Bandung-Jawa Barat, (17/12). Road show dengan acara inti table top wisata ini, diharapkan mampu menghasilkan transaksi usaha wisata bersama 20 seller asal Lombok Sumbawa ini ratusan juta rupiah.

Antusias sekitar 50 buyer dari kalangan pelaku industri Pariwisata di Kota Bandung bisa menjadi barometer, pasar Bandung masih cukup potensial untuk digarap. Di kalangan seller juga optimis transaksi bisa berjalan mulus menjelang penutupan akhir tahun 2017 ini.

“Kami yakin jelang tutup tahun ini, wisatawan nusantara asal Bandung atau Jawa Barat akan menyerbu Lombok,” jelas salah seorang pelaku, Husni.

Sementara, dijalankan pelaku industri wisata Bandung mengaku masih penasaran dengan keindahan Lombok Sumbawa. Terlebih dua kali Lombok Sumbawa menjadi destinasi terbaik dunia untuk destinasi halal dan destinasi bulan madu. Jelas memberi peluang cukup besar bagi NTB untuk bisa dikunjungi wisatawan asal Kota Kembang ini.

“Kita cuma masih penasaran dengan Lombok, katanya bagus untuk bulan madu,” katanya dengan tanda tanya besar.

Untuk pasar wisata nusantara dan Lombok Sumbawa, masih cukup potensial dikembangkan kota Bandung ini. Termasuk kota besar lainnya seperti Jakarta, Surabaya dan Semarang. Di penghujung tahun ini Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB menyasar lima kota di Indonesia sebagai tujuan promosi. Setelah melakukan di Jakarta, hari ini berlangsung di Bandung. Selanjutnya menyasar Solo, kemudian Semarang dan berakhir di Jogyakarta.

“Lima kota ini masih sangat potensial untuk kita garap dan kembangkan menjadi sumber kunjungan wisatawan nusantara untuk NTB. Itu sebabnya kami rawat. Solo menjadi sasaran road show ini karena penerbangan langsung Solo-Lombok sudah dibuka. Ini akan memberi peluang positif bagi pelaku industri dan Pemerintah yang menerima multiplayer effect dari kemajuan Pariwisata,” jelas Ketua BPPD NTB, Affan Ahmad.

Selain manfaat langsung yang diperoleh warga NTB, lanjut Affan, road show lima kota ini juga dilakukan untuk menjalin dan memperluas kerjasama dalam upaya peningkatan kunjungan wisatawan ke Lombok Sumbawa. Tahun 2017 nanti, NTB bisa lebih siap menyambut wisatawan di NTB mengingat fasilitas penunjang kunjungan wisatawan ke NTB terus membaik.

“InsyaAllah target kunjungan wisatawan ke Lombok Sumbawa mencapai 4 juta tahun 2018 bisa kita raih sesuai harapan kita,” pungkas Affan Ahmad. (has)

Gong Promosi Lombok Sumbawa dan Launching Calender of Event 2017

lombokonline.co.id, Jakarta – Launching calender of event 2017 Lombok Sumbawa di Jakarta (15/12) menjadi pertanda, gong promosi Pariwisata NTB tahun 2017 dimulai. Launching calender of event ini dilakukan lebih awal agar pelaku industri Pariwisata NTB lebih siap menghadapi kunjungan wisatawan di awal tahun 2017.

Di gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata RI, peluncuran kalender kegiatan Pariwisata Lombok Sumbawa ditandai dengan pemukulan gendang beleq oleh Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kemenpar RI, Esty Retno Astuti, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, Lalu Moh Faozal dan pelaku Pariwisata NTB. Launching ini juga menjadi simbol dimulainya kerja keras Pemerintah dan asosiasi Pariwisata untuk mengejar target kunjungan wisatawan ke NTB mencapai 4 juta wisatawan tahun 2018 mendatang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Paeiwisata NTB, Lalu Moh Faozal dalam sambutannya menyampaikan, tahun 2017 Lombok Sumbawa lebih siap menyambut wisatawan yang akan datang ke Lombok. Kesiapan NTB ini menyusul semakin lengkapnya sarana dan prasaran pendukung serta infrastruktur di tanah bumi gora. Di antaranya ketersediaan kamar hotel mencapai 12.800 kamar dari hotel bintang 5, bintang 4 dan melati.

“Tahun ini saja, tingkat okupansi hotel di Lombok Sumbawa mencapai 75 persen. Target 3 juta wisatawan yang ditetapkan Pemerintah pusat, insayaAllah sampai akhir tahun ini bisa tergapai. Bahkan bisa melampaui,” terang Faozal optimis.

Target kunjungan wisatawan hingga tahun 2018, lanjut Faozal, untuk Lombok Sumbawa kini ditingkatkan menjadi 4 juta kunjungan. Target ini menjadi daya dorong teman-teman pelaku Pariwisata lebih aktif menata pasar potensial yang sudah ada. Dengan terus meningkatnya kunjungan wisatawan ke Lombok Sumbawa, Faozal berharap Lombok bisa menjadi destinasi yang unggul di Idonesia dan dunia.

Semangat dan kerja keras Pemerintah NTB, dalam usaha meningkatkan kunjungan wisatawan ini, mendapat apresiasi tinggi dari Kementerian Pariwiasata. Seperti yang diungkapkan Deputi Pengembangan Pasar Nusantara, Esti Retno Astuti, bahwa komitmen NTB mengembangkan Pariwisata dengan target kunjungan 4 juta wisatawan tahun 2018, terlihat dari launching calender of event yang dilakukan malam ini.

Sedikitnya ada 28 event Pariwisata yang siap digelar tahun depan sebagai daya tarik kunjungan wisatawan ke Lombok Sumbawa. “Namun, yang lebih penting ada tiga hal yang masih perlu mendapat perhatian Pemerintah daerah untuk menunjang Pariwisata di daerah. Yaitu, aksesibilitas, amenitas dan atraksi,” jelasnya.

Keimananan, lanjut Esty, juga menjadi sangat penting diperhatikan. Selebihnya, hal-hal yang menyangkut kesehatan lingkungan, bandara dan kesiapan teknologi (IT) penting diperhatikan. Karena dari assessment kementrian Pariwisata belum lama ini, NTB masih sangat lemah di tiga bidang itu.

Secara terpisah, Ketua BPPD NTB, Affan Ahmad, menyampaikan untuk memenuhi target kunjungan 4 juta wisatawan, Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB, sudah mengawali promosi ke 3 negara di penghujung tahun 2016 (Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura.

“Saat ini kami lanjutkan ihktiar kami berpromosi ke lima kota di dalam negeri. “Kami sudah mulai dari hari ini di Jakarta, melakukan table top, jualan paket. Selanjutkan dilanjutkan ke empat kota lain di Bandung, Semarang, Solo dan Jogjakarta. Ini bagian dari ihktiar kami mengejar target kunjungan wisatawan hingga 4 juta tahun 2018 mendatang,” pungkas Affan. (has)

Babak Baru PHRI NTB, Targetkan Kunjungan 4 juta Wisatawan Tahun 2018

lombokonline.co.id – Babak baru perjalanan organisasi Persatuan Hotel Republik Indonesia (PHRI), dimulai Senin (13/12). Hal ini ditandai dengan penyerahan pataka PHRI kepada Lalu Hadi Faisal. Hadi Faisal akan melanjutkan kepemimpinan tongkat estafet PHRI NTB, setelah terpilih dalam Musda PHRI menggantikan Gusti Lanang Patra, Oktober lalu.

Penyerahan pataka PHRI di hotel Lombok Raya hari ini, disaksikan ratusan pasang mata hadirin yang hadir dalam acara ini. Selain pengurus sejumlah asosiasi Pariwisata, hadir juga Gubernur NTB, TGH M. Zainul Majdi. Acara yang dirangkai dengan silaturahmi Pariwisata menuju 4 juta kunjungan wisatawan Lombok Sumbawa tahun 2018 itu sangat meriah dan khidmat.

Penyerahan tongkat estafet kepemimpinan PHRI ini, mendapat sambutan positif berbagai kalangan. Hadi Faisal dikukuhkan dan diperkuat memimpin PHRI NTB dengan surat keputusan PHRI pusat bernomor 015/KPTS/PHRI tahun 2016. Usai penyerahan pataka, dilanjutkan dengan deklarasi komponen industri Pariwisata dari berbagai asosiasi. Mereka berkomitmen membangun Pariwisata NTB menjadi lebih baik ke depan.

Komitmen ini mendapat acungan jempol dari hadirin yang hadir. Pasalnya, deklarasi yang baru pertama kali dideklarasikan di NTB ini menjadi komitmen semua pihak untuk mengantar NTB meraih kunjungan 4 juta wisatawan tahun 2018.

Pelantikan Ketua dan Pengurus PHRI NTB
Pelantikan Ketua dan Pengurus PHRI NTB (c) Taufan Rahmadi

Gubernur NTB, M. Zainul Majdi dalam sambutannya berpesan tiga hal kepada PHRI. Pertama, pelaku industri diminta menjadi wajib pajak yang baik. Yaitu membayar pajak sesuai aturan dan tepat waktu. Kedua, kalangan pelaku industri Pariwisata agar membangun sinergi dengan kelompok usaha kecil dan menengah di Lombok Sumbawa. Pesan terakhir Tuan Guru Bajang kepada kalangan pelaku industri Pariwisata adalah menjaga keharmonisan antar asosiasi dan pelaku Pariwisata.

“Jangan gontok-gontokan. Ibaratnya, Pariwisata ini adalah periuk nasi Anda sendiri. Jangan dirusak dengan suasana tidak harmonis,” pesan gubernur.

Sebelumnya TGB (sapaan akrab gubernur NTB) banyak mendapat bisikan di berbagai asosiasi Pariwisata tentang hubungan tidak harmonis antar asosiasi. Bahkan di internal salah satu asosiasi Pariwisata ini. Suasana ini menimbulkan ketidakharmonisan dan saling menyerang di media sosial. Akibatnya, kalangan pelaku Pariwisata tidak lagi fokus mengurus Pariwisata. Mereka disibukkan dengan berbagai urusan hukum dan debat berkepanjangan.

Ketua BPPD NTB, H. Affan Ahmad, secara terpisah menyatakan apresiasinya atas terpilihnya Hadi Faisal sebagai Ketua PHRI yang baru. Affan Ahmad berharap bahtera PHRI ke depan bisa melaju lebih baik dan dapat berkontribusi maksimal dalam mendatangkan wisatawan ke NTB.

“Seperti pesan Pak gubernur, kami harap tidak ada lagi ribut-ribut dalam asosiasi. Yang terpenting adalah bagaimana membangun sinergi antara satu asosiasi dengan asosiasi lain. Jika harmonis, Pariwisata NTB saya yakin bisa lebih baik ke depan,” pungkas Affan Ahmad. (sn)

Tanjung Aan, Pantai Surga di Lombok Berpasir Merica

lombokonline.co.id – Lombok dikenal memiliki banyak pantai indah yang unik. Sebut saja Pantai Tangsi yang juga sering disebut Pink Beach karena warna pasirnya yang merah muda, Pantai Senggigi dengan sunset yang indah, dan lainnya.

Namun, jika Anda sudah bosan dengan pantai yang ramai dengan pengunjung, maka Anda harus mencoba mendatangi Pantai Tanjung Aan. Sama seperti Pantai Tangsi, Pantai Tanjung Aan juga memiliki keunikan tersendiri.

Di sebelah kiri, pasir pantai ini berbentuk halus dengan warna putih lembut. Saat Anda melangkah di bagian kiri pantai tersebut, sepintas seperti berjalan di hamparan gula bubuk. Manis dan lembut.

Photo : Pasir Merica Tanjung Aan. Photo by ayolombok.com

Sementara di bagian kanan, butiran pasirnya berukuran lebih besar. Banyak yang mengatakan kalau pasir di bagian sini seperti butiran merica. Hal ini membuat tanahnya tidak sepadat di bagian kiri. Melangkah pun terasa lebih sulit karena kaki tenggelam dalam pasir berwarna kecokelatan.

Ayunan di Pantai Tanjung Aan
Ayunan di Pantai Tanjung Aan (c) airtif-fighting.blogspot.co.id

Dengan garis pantai sepanjang kurang lebih dua kilometer, Pantai Tanjung Aan cocok didatangi bagi Anda yang menyukai suasana pantai yang berbeda. Hal ini dikarenakan, pantai cantik ini dikelilingi oleh bukit yang tidak terlalu tinggi. Puas berenang, kenapa tidak mencoba mendaki bukit yang tidak terlalu terjal?

Laut biru nan jernih di pantai ini menggoda siapa pun untuk menjajal snorkeling atau hanya sekadar berenang. Ketinggian ombak yang hanya 200 meter dari bibir pantai, membuat tempat ini juga cocok bagi Anda yang suka berselancar.

Pantai Tanjung Aan sangat pas bagi Anda yang menyukai ketenangan. Di pantai ini, belum terdapat penginapan satu pun. Malahan, warung penjual minuman pun bisa dihitung dengan jari. Tidak heran, wisatawan mancanegara memilih tempat ini untuk berjemur sambil membaca buku ditemani suara ombak.

Pantai Tanjung Aan terletak sekitar 75 kilometer dari Kota Mataram, ibukota NTB. Jika ditempuh dari Bandara Internasional Lombok, memakan waktu setidaknya 40 menit hingga satu jam.

Partisipasi Guide HPI NTB Untuk Indonesia

lombokonline.co.id – Masih di ajang kompetisi wisata halal dunia, kalangan guide dari organisasi Himpunan Peamuwisata Indonesia (HPI) NTB, juga ikut memberikan vote-nya, Selasa (15/11).

Secara serentak, hampir lima puluh guide yang tengah melakukan diklat pemandu wisata men-Vote untuk menangkan Indonesia. Dalam sepekan terakhir vote kompetisi world halal travel award 2016 masih akan dilakukan. Lombok memiliki potensi menjadi pusat wisata halal dunia ke depannya.

“Lombok sudah punya modal karena tahun lalu kita menjadi yang terbaik di dunia wisata halal. Prestasi ini harus bisa kita pertahankan. Caranya berikan vote untuk Lombok dan Indonesia secara keseluruhan. Semua pihak harus peduli,” ujar Ketua HPI NTB, DR H. Ainudin, SH, MH yang juga menjadi wakil Badan Promoai Pariwisata Daerah NTB.

Partisipasi Guide HPI NTB untuk Indonesia

Dalam kesempatan itu, Ainuddin menyampaikan organisasi pemandu wisata sangat berkepentingan dalam memenangkan kompetisi ini. Bukan saja HPI tetapi semua pelaku Pariwisata di Lombok. Bahkan, kata Ainuddin, seluruh masyarakat NTB sangat berkepentingan. Muara dari kemajuan Pariwisata NTB adalah kemajuan ekonomi masyarakat secara keaeluruhan. Karena itu semua warga Lombok Sumbawa yang memiliki kemampuan untuk vote harus ikut berpartisipasi memberikan suaranya.

Sebelumnya, Ketua BPPD NTB, Affan Ahmad, mengaku optimis Lombok keluar jadi pemenang dalam kompetisi bergengsi ini. Dengan ikhtiar yang dilakukan selama ini Affan Ahmad meyakini Lombok bisa menjadi yang terbaik dalam wisata halal dunia ini. Selain dukungan mayoritas muslim, Affan menyebut Lombok didukung oleh keberadaan seribu masjid dan sejuta santri.

“Kami optimis Lombok bisa menjadi pusat wisata halal dunia terbaik di masa yang akan datang,” katanya yakin. (sn)

Keren, Sulsel dan NTB Jalin Kerjasama Kembangkan Wisata Domestik

lombokonline.co.id – Prestasi yang ditoreh Lombok Sumbawa di bidang Pariwisata memberi energi positif bagi daerah Bumi Gora ini. Setelah Jawa Barat, Banten dan Kalimantan, kini giliran Sulawesi Selatan (Sulsel) jajaki kerjasama wisata dengan Nusa Tenggara Barat.

Rombongan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulawesi Selatan, tiba di Mataram, Sabtu (10/12) melakukan diskusi intensif, saling menjajaki potensi dan pasar domestik lintas dua provinsi. Antusias BPPD Sulsel fokus pada pengembangan wisata halal dan sistem manajemen organisasi Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB. Diskusi aktif dua lembaga badan promosi ini juga berkembang ke arah silang promosi.

Sulawesi Selatan diharapkan bisa menjadi simpul pengembangan Pariwisata dua daerah dengan menjual paket wisata di dua daerah. Silang program paket Pariwisata bisa menjadi yang pertama di Indonesia. Terlebih dua daerah ini memiliki latar belakang yang sama dalam budaya dan tradisi. Program ini akan menjadi menarik, mengingat adanya Bali sebagai sumber penyuplai wisatawan.

Wakil Ketua BPPD NTB, DR H Ainuddin SH, menyampaikan kunci kerbehasilan sinergitas antar stakeholder di NTB, adalah adanya kesamaan visi dan misi yang sama dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Lombok Sumbawa. Sinergi juga di bangun melalui lintas sektoral antara legislatif, eksekutif dan badan Promosi Pariwisata.

“Sinergi lintas sektoral dan kerjasama dengan semua stakeholder ini menjadi kunci kerbehaosilan kerja BPPD menjalankan tugas pokoknya yaitu promosi,” jelasnya singkat.

Dalam rombongan BPPD Sulsel ini juga hadir pengelola event MICE, Panca Sarungu, mempertanyakan sumber pembiayaan promosi yang mungkin diperoleh dari luar dana APBD. Termasuk bentuk kerjasama strategis antar stakeholder dan pelaku industri. Kesamaan kultur akan mempermudah kedua belah pihak untuk menawarkan destinasinya kepada wisatawan.

“Tinggal bagaimana memikirkan bentuk kerjasama antara kita untuk sama-sama membangun pariwisata Indonesia melalui pengembangan Pariwisata daerah kita masing-masing,” imbuh Panca Sarungu.

Sementara itu, H. Abdul Haris mewakili Kepala Dinas Pariwiaata NTB, mengatakan keberadaan BPPD di daerah bertindak selaku koordinator semua unsur pelaku melalui asosiasi Pariwisata sehingga tidak muncul ego sektoral. Dan merangkul semua pihak untuk sama-sama membangun Pariwisata NTB.

Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Selatan, Syarifudin Rahim, berharap ada kerjasama yang baik antara Sulawesi Selatan dan NTB dalam pengembangan Pariwisata di daerah karena semua stakeholder, baik Pemerintah, pelaku dan masyarakat sama-sama memiliki niat dan keinginan yang sama untuk mengembangkan Pariwisata di daerah. (has)