Skip to content Skip to left sidebar Skip to footer

Tag: TGB

Masyarakat NTB Gelar Kampanye “Tolak Hoax & Fitnah” Bareng Demokrat

lombokonline.co.id, Mataram – Taman Udayana Kota Mataram, Minggu, (07/05/2017) dibanjiri lautan masyarakat NTB yang mengikuti kegiatan rutin Car free day setiap akhir pekan. Tidak kurang dari 50 ribu orang sesaki jalan Udayana dari ujung selatan, mulai dari depan Islamic Center hingga depan eks Bandara Seleparang Rembiga.

Saat itu, masyarakat NTB kompak menolak berita hoax dan fitnah. Gerakan rakyat tolak hoax dan fitnah itu dibubuhkan dalam bentuk tanda tangan pada 10 lembar baliho ukuran besar dan spanduk yang menampung 10.000 tanda tangan masyarakat dari berbagai kalangan.

Gerakan itu untuk mengingatkan semua pihak, masyarakat,  pers dan pemerintah untuk menumpas hoax dan fitnah demi keutuhan NKRI.

“Mari kita dukung pers yang merdeka, adil dan bertanggung jawab”, ungkap H. Sahran salah seorang tokoh masyarakat desa yang hadir pada acara tersebut. Penandatangan gerakan tolak Hoax dan fitnah juga untuk mendukung World Press Freedom Day  yang diperingati setiap 3 Mei 2017 di seluruh dunia.

Penandatanganan itu tercatat sebagai pemecah rekor MURI. Berdasarkan hasil penelitian tim dari MURI, dari 10.000 space tandatangan pada 10 spanduk besar, terdapat 9.709 orang yang membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk komitmen rakyat NTB menolak segala bentuk Hoax dan fitnah. Sebelumnya, di Kalimantan Timur tercatat 3.000 tandatangan dan di Jakarta hanya 1.000 tanda tangan.

Kegiatan itu sekaligus dirangkai kegiatan Partai Demokrat Peduli sebagai rangkaian Rakernas  Partai Demokrat yang dihadiri Presiden RI ke 6, Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Ibu Ani Yudhoyono. Hadir pula Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi bersama Hj. Erica Zainul Majdi, Agus Harimurti Yudhoyono dan pengurus teras Partai Demokrat serta para ketua DPD Partai Demokrat se-Indonesia beserta sejumlah kadernya.

Setelah penandatanganan spanduk tolak hoax dan fitnah di jalan utama Taman Udayana, SBY dan Gubernur TGB didampingi Hj. Ani Yudhoyono bersama Hj. Erica Zainul Majdi, AHY dan Pengurus Teras Demokrat lainnya, menuju lapangan Bumi Gora Udayana untuk me-lounching buku Twitter SBY karya Putu Swasta. Buku itu berisikan hasil twitt SBY selama menjadi Presiden RI.

SBY mengawali sambutannya dengan menyapa masyarakat NTB sebagai masyarakat yang ramah, rajin beribadah dan selalu diberi keberkahan. Ia mengungkapkan sejak mendarat  di BIL Sabtu kemarin, yang diresmikannya pada tahun 2012 yang lalu, SBY menyaksikan pembangunan NTB berkembang sangat pesat. Ini merupakan hasil kerja nyata dari Tuang Guru Bajang (Gubernur NTB, red), bersama seluruh aparat pemerintahan, para ulama dan segenap lapisan masyarakat NTB. Seraya menegaskan pembangunan NTB kemajuannya nyata.

“Hari ini ada dua hal yang saya lakukan, Pertama tadi saya telah menadatangani bersama ribuan masyarakat stop Hoax, stop fitnah. Negara ini negara hukum, negara keadilan, negara kesatuan,” terang Presiden SBY.

Sekarang ini berkembang berita Hoax, berita fitnah itu harus diperangi bersama. Banyak orang yang menjadi korban berita Hoax dan fitnah, termasuk dirinya dalam pilkada DKI. Ini tidak boleh terjadi di negara hukum, di negara yang berkeadilan. Hukum harus ditegakkan, aparat harus adil, kepolisian harus adil, penegak hukum harus adil dalam menegakkan atura. Dan juga pers harus adil. Tema pers yang adil, maka rakyat akan sejahtera.

Dari bumi Mataram ini kita gaungkan gerakan stop hoax dan fitnah, pers yang sehat, pers yang adil dan bertanggungjawab,” tutur SBY.

“Kedua, meluncurkan buku Twitter yang saya tulis ketika menjadi Presiden RI,” papar SBY.

Twitter itu dibuat sebagai salah satu jawaban atas perlakuan yang dirasakan kurang adil. “Banyak informasi dan kebijakan pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah saat itu tidak sampai kepada masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, lebih banyak hal hal yang tidak baik yang muncul sebagai pemberitaan pers. Oleh karenanya, SBY membuat twitter di media sosial, sebagai salah satu sarana berkomunikasi dengan masyarakat.

“Dalam negara demokrasi semestinya siapa saja boleh Membuat Twitter, tidak dilarang”, ujarnya. Ini sebagai bentuk kemerdekaan pers, menurut SBY. Namun Presiden RI ke 6 itu menyayangkan bahwa beberapa  waktu lalu, ciutannya di twitter malah dipersoalkan sejumlah pihak. Kalau semuanya dilarang, berpendapat dilarang, pers dikekang dan twitter dilarang, maka menurutnya tamatlah kemerdekaan pers itu.

Rangkaian kegiatan Demokrat peduli dimeriahkan dengan berbagai kegiatan sosial, mulai dari gerak jalan sehat, start di lapangan Sangkareang dan finish di Taman Udayana dilengkapi dengan pembagian undian door price, kupon makan gratis untuk masyarakat, gelar lomba bola volly di lapangan kawasan Islamic Centre, dan pertandingan futsall antara group TGB dan AHY melawan group jurnalis di NTB.

Sore harinya dijadwalkan akan melaksanakan kunjungan dan dialog dengan masyarakat nelayan di Kampung Banjar Ampenan, penyerahan bantuan dan roadshow dari kampung ke kampung.

Alasan Partai Demokrat Gelar Rakernas di Lombok : TGB Kader Terbaik

lombokonline.co.id, Mataram – Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan membeberkan alasan di balik pemilihan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai lokasi penyelenggaraan rapat kerja koordinasi (Rakernas) Partai Demokrat 2017.  Langkah Partai Demokrat terbilang tak lazim mengingat penyelenggaran partai politik biasanya digelar di Jawa atau Bali.

“Kami gembira sekali berhasil himpun kader Partai Demokrat dari Aceh sampai Papua berkumpul di NTB, yang ketuanya (Demokrat NTB) putra terbaik kami yang sekarang menjadi gubernur kesayangan kita, TGB (Tuan Guru Bajang),” ujar Hinca dalam jumpa pers di Mataram, NTB, Jumat (5/5) malam.

Menurut Hinca, TGB merupakan salah satu kader terbaik yang dimiliki Partai Demokrat. Di usianya yang masih muda, TGB dinilai mampu mengemban amanah dan memajukan NTB dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

Selain itu, pagelaran Rakernas Demokrat kali ini, menyimpan pesan bahwa Partai Demokrat hendak membangun tradisi baru dengan menggelar hajatan partai di daerah yang potensial secara ekonomi.

Hinca menambahkan, dalam rakernas ini akan dihadiri 5 ribu kader Partai Demokrat dari seluruh penjuru Indonesia yang tentu akan mendorong industri pariwisata di NTB. “Boleh dicatat Demokrat ikut menggerakkan ekonomi di NTB,” ucap Hinca.

Hinca melanjutkan, setiap kader yang tiba di Bandara Internasional Lombok juga diminta menggunakan taksi menuju ke hotel di Mataram.

“Jadi semuanya (perekonomian) ikut berputar,” kata Hinca menegaskan.

AHY : Pariwisata Lombok Luar Biasa, TGB Membangun NTB Dengan Jiwanya

lombokonline.co.id, Mataram – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai Pulau Lombok, NTB, memiliki potensi yang sangat luar biasa. Menurut AHY, Lombok merupakan salah satu contoh sukses provinsi yang membangun sektor pariwisata.

“Lombok luar biasanya potensinya, pariwisatanya, saya senang sekali mendengar terjadi peningkatan signifikan dari jumlah turis yang datang,” kata AHY di Mataram, NTB, Ahad (7/5).

AHY berharap, sektor pariwisata di NTB terus berkembang dan menjadi motor penggerak perekonomian di NTB. AHY juga mengharapkan perkembangan pariwisata NTB bisa semakin menarik minat para investor untuk menanamkan modalnya di NTB.

“Semoga investasi semakin berdatangan agar bisa semakin memperkuat infrastuktur (pariwisata) yang sudah baik. Harapan kita dengan demikian masyarakat NTB semakin sejahtera,” ucap AHY.

AHY menilai, pesatnya kemajuan NTB tidak lepas dari kepemimpinan Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi. Menurut AHY, Tuan Guru Bajang merupakan salah satu figur yang menjadi suri tauladan bagi masyarakat NTB, dan juga Indonesia.

“(TGB) Luar biasa, beliau adalah sosok figur yang kita banggakan, (TGB) merupakan pemimpin yang benar-benar mencintai rakyatnya sepenuh hati,” lanjut AHY.

AHY menambahkan, TGB merupakan pemimpin yang berhasil membangun Provinsi NTB, tidak hanya dari segi fisik melainkan juga mental masyarakat NTB.

“(Beliau) berupaya membangun tidak hanya secara fisik, infrastruktur, tapi juga membangun SDM, membangun jiwanya,” kata AHY.

AHY mengaku senang bertemu dengan puluhan ribu warga NTB yang berkumpul dalam jalan sehat dari Lapangan Sangkareang menuju monumen Bumi Gora di Jalan Udayana, Kota Mataram.

“Terlihat sekali masyarakat yang saya temui semuanya ceria dan bahagia, ini tak lepas dari apa yang telah dibangun (TGB) selama ini,” ungkap AHY menegaskan.

Kemenpar Launching Event “Pesona Khazanah Ramadhan di Bumi Seribu Masjid”

lombokonline.co.id, Jakarta – Sebagai daerah yang menyandang predikat destinasi wisata Family Friendly terbaik, Nusa Tenggara Barat (NTB) akan memaksimalkan momen Bulan Ramadhan yang datang sebulan lagi. NTB akan gencar mendorong wisata halal pada bulan Ramadhan dengan program Pesona Khazanah Ramadhan di Bumi Seribu Masjid.

Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi mengatakan, pihaknya dengan senang hati mengundang para wisatawan untuk mengisi aktivitas Bulan Ramadhan berwisata yang sarat muatan religi di NTB, khususnya Lombok- Sumbawa.

“Alhamdulillah bulan suci Ramadhan 1438 H sebentar lagi tiba. Dk luar negeri puncak kunjungan terjadi pada bulan suci keagamaan, oleh karena itu kita gagas, kegiatan pariwisata bergerak pada bulan suci Ramadhan. Kalau ingin menikmati wisata di bulan suci ini, datanglah ke Lombok, kalau mau menikmati aneka aktivitas Ramadhan, berkunjunglah ke Lombok. Diharapkan Pesona Khazanah Ramadhan di Bumi Seribu Masjid dapat menciptakan wisata spiritual bagi wisatawan yang berkunjung ke NTB,”  kata TGB, di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (4/5).

TGB mengungkapkan, program ini dimaksudkan untuk tiga tujuan. Pertama, NTB ingin berkontribusi menciptakan kenyamanan berbangsa dan mendinginkan situasi yang tidak nyaman pasca-ketegangan di Pilkada.

“Kami di NTB ingin berkontribusi mendinginkan suhu hangat politik. Dengan kegiatan spiritual ini bagaimana situasi lebih nyaman dan ketegangan dikendurkan, agar situasi kebangsaan kita bisa kita tangkap sebagai suatu kenikmatan,” ujar TGB.

Kedua, program Pesona Khazanah Ramadhan yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas masyarakat dan ekonomi di NTB saat bulan Ramadhan. Sehingga Ramadhan yang sebelumnya merupakan low season atau musim sepi untuk wisata, diharapkan dapat menjaring banyak wisatawan.

“Selama ini Ramadhan identik dengan tidak melakukan apapun kecuali darurat. Hal ini menyebabkan layanan publik menurun dan produktivitas mengendor. Kami ingin simbol keagamaan berkolerasi positif dengab masyarakat dan keseluruhan bangsa. Ramadhan adalah energi yang besar, kita ingin menunjukkan Rramadhan tidak diam tapi banyak gerak agar berkah,” jelas TGB.

Ketiga, lanjut TGB, NTB ingin semakin mengembangkan fasilitas dan segmen wisata halal ini dengan berbagai konten yang menarik. NTB ingin menciptakan inovasi dan kreativitas agar semakin mengukuhkan diri sebagai destinasi wisata halal.

TGB mengungkapkan, di Bulan Ramadhan nanti, NTB akan menyuguhkan beragam aktivitas wisata bernuansa yang ramah bagi keluarga. Tidak saja mem-branding makanan maupun fasilitas halal, namun mengisinya dengan aktivitas berwisata yang sarat muatan religi maupun ramah bagi para pelancong keluarga.

“Lombok punya Islamic Center dan banyak site budaya dan religi yang tersebar di berbagai tempat. Ini menarik untuk dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin menikmati indahnya menjalankan ibadah puasa di Pulau Seribu Masjid ini,” ungkap Gubernur yang juga ulama ini.

TGB menambahkan, Pemerintah Daerah dan seluruh stakeholder lainnya akan menyiapkan berbagai kegiatan yang mendukung nikmatnya menunaikan ibadah puasa Ramadhan sambil berwisata. Dirinya berharap semua pihak dapat berpartisipasi dan ikut serta  berkolaborasi saling memperkuat dalam mensukseskan seluruh program dan agenda pembangunan NTB, khususnya mengisi dan memanfaatkan momentum bulan Ramadhan untuk memperkuat nilai-nilai religi yang ada ditengah-tengah masyarakat NTB.

Kegiatan Pesona Khazanah Ramadhan 2017 akan dilaksanakan selama sebulan penuh di NTB yang diawali dengan Rembug Republik. Rembug ini membahas tentang permasalahan ketimpangan atau isu-isu nasional yang bertujuan untuk mendapatkan sebuah solusi.

Acara Rembuk Republik dilaksanakan dengan tema “Memaksimalkan Industri Wisata Halal Indonesia” yang diisi oleh panelis Kafi Kurnia, Pakar Marketing, Riyanto Sofyan, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kemenpar dan Komisaris Utama Hotel Sofyan, dan Priyadi Abadi, Ketua Indonesian Islamic Travel Communication Forum.

Ajakan Gubernur TGB ini disambut positif oleh Association of The Indonesia Tours and Travel Agency (Asita) atau Asosiasi Biro Perjalanan Indonesia Provinsi NTB. Ketua DPD Asita NTB Dewantoro Umbu Joka menilai, Lombok memiliki potensi dalam menggaet wisatawan untuk merasakan suasana berpuasa di sini. Asita NTB juga akan mencoba menawarkan paket khusus Ramadhan kepada wisatawan.

“Asita akan menjual promo paket khusus wisata khusus Ramadhan. Kita sudah punya triknya. Paket wisata Ramadhan nanti bisa kita masukan tambahan buka puasa dan salat tarawih bersama bagi wisatawan,” ungkap Dewantoro.

Dewantoro mengatakan, Asita NTB sudah berkoordinasi dengan pengurus Kompleks Islamic Center NTB yang kini mulai menjadi salah satu tempat yang wajib disinggahi wisatawan kala bertandang ke Lombok. Dirinya berharap, pengurus Islamic Center NTB menyediakan pemandu wisata guna menjelaskan keberadaan masjid dengan arsitektur yang menawan dan juga sejarah tentang Islam di Lombok.

“Paket wisata religi sangat bisa dimaksimalkan meski paket wisata religi belum dibuat terpisah dan masih menjadi satu dengan paket city tour. Harapannya nanti ada juga yang jual pernak-pernak khas Islamic Center NTB sehingga benar-benar menjadi paket religi bagi wisatawan,” pungkas Dewantoro.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menekankan poin penting mengenai kebersihan di destinasi, karena kebersihan itu sebagian dari iman. “Hanya saja, di level internasional tingkat kebersihan negara kita masih kalah dari negara-negara lain, pengelolaan sampah plastik kita terburuk nomor 2 di dunia, maka harus kita tekankan poin kebersihan ini, di TTCI ranking kebersihan masuk dalam kategori health and hygiene, kita ada di ranking 108 dari 136 sebelumnya,” kat Menpar Arief Yahya.

Namun, Menpar Arief Yahya mengaku gembira Pemprov NTB dan Asita bisa berkolaborasi memanfaatkan momen Bulan Ramadhan untuk menarik wisatawan. Menpar mengungkapkan, dari data-data menunjukkan, bahwa dari tahun ke tahun, jumlah kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) selama Ramadhan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Bahkan penurunannya mencapai 50 persen.

“Kalau kunjungan Wisatawan Nusantara (Wisnus) tidak ada masalah. Meski Ramadhan tidak banyak Wisnus yang berwisata, namun bakal melonjak pada saat Lebaran. Ini berbeda dengan kunjungan Wisman. Saat Ramadhan wisman yang berkunjung ke Indonesia turun hingga 50 persen,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menurutnya, wisman dari negara-negara dengan penduduk muslim terbanyak seperti Malaysia, Timur Tengah dan sebagainya tidak berwisata saat Ramadhan maupun Lebaran. Oleh sebab itu, Kementerian Pariwisata akan membantu NTB dalam melakukan promosi besar-besaran ke negara-negara yang tidak sensitif terhadap Ramadhan. Hal ini dilakukan agar dalam situasi low season masih ada wisman dari negara lain yang berkunjung ke Indonesia.

“Kami melakukan promosi besar-besaran ke luar negeri. Kita siasati ini agar jumlah kunjungan wisman ke Indonesia tidak jatuh. Saat bulan puasa, turis dari Malaysia agak turun karena orang Malaysia mirip dengan Indonesia, ketika puasa tidak mau travelling, oleh karenanya harus ada penggantinya,” kata Menpar Arief Yahya.

Salah satu pengganti yang diharapkan Menpar Arief Yahya adalah dari Timur Tengah dan Eropa. Di Timur Tengah, Dubai menjadi sasaran empuk menggaet wisatawan datang ke Indonesia.

“Jika saya mengejar Dubai itu karena penduduknya 2,6 juta dan penduduk asli hanya sekitar tujuh persen. Yang saya kejar sesungguhnya adalah orang yang ada di Dubai, yang tidak sensitif terhadap puasa,” tukas Menpar Arief Yahya.

Dalam peluncuran Pesona Khazanah Ramadhan, juga dihadiri oleh Ketua DPRD NTB H. Umar Said, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Muhammad Lalu Fausal, Deputi Bidang Pengembangan Pariwisata Mancanegara, I Gde Pitana, dan Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal, Sofyan Riyanto, serta Head of Corporate Communication Martha Tilaar Group Palupi Chandrarini.(*)

Gubernur NTB Akhirnya Komentar Terkait Miss Indonesia 2017

lombokonline.co.id, Mataram – Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi akhirnya mengeluarkan pernyataan terkait terpilihnya Achintya Holte Nilsen yang terpilih sebagai Miss Indonesia 2017 dengan berselempang mewakili NTB. Untuk bisa mewakili NTB, Gubernur mengatakan, tidak bisa begitu saja karena harus melalui mekanisme yang jelas.

“Jadi tidak bisa sembarangan ini mewakili NTB, ketika ditelisik ternyata tidak berasal dari NTB,” ungkapnya, Selasa (25/4).

Gubernur dua periode ini tidak mengetahui persis proses Achintya Holte Nilsen yang tiba-tiba muncul mewakil NTB dalam ajang Miss Indonesia. Dia mengatakan hanya sebatas tau dari pemberitaan. Namun begitu, Gubernur tetap menghargai hasil jerih payah dan usaha Achintya.

“Hanya mendengar sekilas saja. Tapi intinya, seperti tadi kita menghargai. Namun, tolong kalau mereperesentasikan NTB itu juga seharusnya ada pelibatan daerah,” tegasnya.

Menurut TGB, jika mengatasnamakan NTB, maka harus ada kesamaan visi terutama dalam membangun pariwisata. Tapi dia menghargai ajang itu sebagai kompetisi dan usaha yang dilakukan kontestan yang konon berdomisili di Bali itu.

“Ya prinsipnya kita menghargai dan mengapresiasi kontribusi dari siapapun. Tapi, jangan lupa ada aturannya,” cetus TGB.

Dia berharap supaya persoalan ini tidak dibesar-besarkan. Kejadian itu menjadi koreksi bersama seluruh pihak, termasuk penyelenggara dari kontes Miss Indonesia itu. Kalau memang ada nuansa tentunya merepresantasikan daerah, apalagi menggunakan nama daerah hendaknya disepakati dulu, bicara dulu dengan pemerintah daerah.

“Kan ada dinas pariwisata juga, ada stekholder juga di dalam daerah NTB. Jadi saya pikir kita saling menghargai supaya enak semuanya. Tapi, jangan diperpanjang lah,” pungkasnya. (prm)

Rute Tour de Lombok 2017 Bikin Jatuh Hati Para Pembalap

lombokonline.co.id, Mataram – Event sport tourism skala internasional, Tour de Lombok Mandalika (TDLM) 2017 yang digelar Kamis 13 April 2017, berlangsung sukses. Hebatnya, kegiatan ini masuk kategori ‘2 Poin 2 pada catatan Union Cyclists International (UCI) setelah Filipina.

Peserta TDLM 2017 dilepas Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH M. Zainul Majdi, di depan Pendopo Gubernur, jalan Pejanggik. Sedikitnya ada 21 tim balap sepeda dari 19 negara yang berpartisipasi dalam Tour de Lombok Mandalika 2017. Di antaranya tim dari Indonesia, Laos, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Jepang, China, Filipina, Australia, Belanda, Jerman, Perancis, Colombia, Kazakhstan, Mongolia, Singapura, New Zeland, Luxemborg, Italia, Swiss dan Spanyol.

“Tour sepeda ini berbeda. Karena menawarkan tantangan rute balap yang akan mengeksplore keindahan Pulau Lombok dan melintasi sejumlah spot wisata,” kata Zainul usai pelepasan.

Gubernur dua periode ini mengaku, dipilihnya Lombok sebagai ajang balap sepeda ‘UCI 2.2’ memiliki nilai strategis bagi pariwisata di NTB. “Ini sekaligus menunjukkan bahwa Lombok, NTB sangat potensial sebagai destinasi sport tourism, selain wisata konvensional,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat Lalu Mohammad Faozal menjelaskan, ada empat etape dalam TDLM 2017, setiap etape akan menampilkan keindahan panorama Pulau Seribu Masjid, dari pantai hingga kawasan hutan dan pegunungan, serta dari kawasan pedesaan hingga perkotaan.

Empat etape itu antara lain etape Kota Mataram-KEK Mandalika (Lombok Tengah) sepanjang 126,3 Km. Dalam etape pertama ini, peserta akan mengambil start di depan Kantor Gubernur NTB di Kota Mataram, kemudian melintasi jalan by pass ke arah Lombok International Airport (LIA) di Lombok Tengah dan menuju kawasan KEK Mandalika.

“Rute yang umumnya datar ini menawarkan pemandangan hamparan sawah dan pemukiman perdesaan di sepanjang by pass, serta  panorama pantai di KEK Mandalika. Peserta akan finish di pantai Kuta, Lombok Tengah, yang menjadi bagian dari KEK Mandalika yang saat ini tengah dikembangkan,” jelas Faozal.

Etape kedua Bangsal-Senaru di Lombok Utara sepanjang 113,3 Km. Rute ini melintasi sisi Utara Pulau Lombok yang dikenal dengan Gumi Paer Daya atau Gumi Tioq Tata Tunaq, mengambil start di Pelabuhan Bangsal, Pemenang. Pelabuhan ini merupakan penyeberangan dari Lombok ke tiga pulau eksotis, Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno.

“Dari pelabuhan Bangsal, peserta akan melintasi kawasan pantai, persawahan, permukiman, dan suasana perbukitan, hingga finish di Senaru, sebuah desa di kaki Gunung Rinjani yang menjadi salah satu dari dua pintu resmi pendakian Rinjani di wilayah Lombok Utara,” ujar Faozal.

Etape ketiga, lanjut Faozal, Pantai Kuta (Lombok Tengah)-Sembalun (Lombok Timur) sepanjang 112,1 Km. Ini mengambil start di pantai Kuta Lombok Tengah kawasan KEK Mandalika menawarkan panorama pantai Kuta dan gugusan pantai lain di bagian Selatan Pulau Lombok.

Rute ini cukup berat karena para peserta akan melintasi tanjakan yang cukup ekstrim dan panjang, serta hutan di kawasan Sembalun, Lombok Timur. Para peserta akan finish di Desa Sembalun, Lombok Timur, yang juga merupakan pintu masuk jalur pendakian Rinjani di wilayah Lombok Timur.

“Etape terakhir adalah sprint race di Kota Mataram sepanjang 112 Km. Rute dalam tiap etape yang disiapkan akan melintasi destinasi wisata yang ada di pulau Lombok, selain itu tantangannya pun beragam,” kata Faozal.

Ketua KONI NTB, Andi Hadiyanto menambahkan, event TDLM 2017 merupakan salah satu event sport tourims yang digelar di Lombok tahun ini, selain beberapa event lainnya.

Menurutnya, penyelenggaraan sejumlah event sport tourism international di Lombok bukan saja akan mempromosikan keindahan Lombok, tetapi juga menanamkan semangat olahraga bagi kaum muda di NTB.

“Sekitar 1.173 personil untuk mengamankan rute balap sepeda Tour de Lombok. Tidak ada penutupan jalan, karena dianggap bisa mengganggu aktivitas masyarakat. Biar masyarakat juga langsung melihat event tersebut. Intinya selama peserta melewati rute-rute yang ditentukan, maka kendaraan yang melintas dihentikan sementara”, jelasnya.

Andi juga mengaku, dibandingkan Tour de Singkarak dan Tour de Flores, baginya TDLM masih lebih baik dalam hal penyelenggaraan dan pemandangan wisatanya.

“Banyak peserta kagum dengan keindahan Lombok dan berikut keramahan masyarakat yang menyapa sepanjang route yang dilalui,” lanjut Andi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, penyelenggaraan sport tourism bertaraf internasional ini, juga akan memberikan direct impact dan media value yang tinggi. Penyelenggaraan Tour de Lombok sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menetapkan Mandalika, Provinsi Nusa Tenggara Barat, sebagai wilayah yang menjadi prioritas dalam pengembangan kawasan wisata untuk memacu kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Tour de Lombok Mandalika diharapkan menjadi event yang menarik untuk mempromosikan minat khusus seperti wisata olahraga rekreasi, di tempat yang juga menarik sebagai destinasi wisata.

“Selama dua hari pembalap akan melintasi bukit, hutan serta pantai yang indah. Destinasi dengan fasilitas yang memadai dan event bertaraf internasional diharapkan meningkatkan kualitas wisatawan yang berkunjung ke Lombok,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief melihat Lombok Mandalika itu satu wilayah yang kaya destinasi bahari dan jarak kedua titik kota itu berdekatan, sehingga bisa saling melengkapi, saling support di 3A, Atraksi, Akses dan Amenitas.

“Kunci membuka dan mengembangkan destinasi baru adalah 3A itu. Mandalika sudah hampir siap operasi, bandara internasionalnya. Sudah direnovasi, tinggal perpanjangan landasan, maka nanti orang bisa memiliki lebih banyak pilihan destinasi,” kata Arief.

Event Tour de Lombok adalah promosi pariwisata, yang ujungnya menarik wisatawan ke Lombok Mandalika. “Keuntungan event adalah media value. Indirect impact yang jauh lebih besar, terutama promosinya,” ujar Menpar. (webtorial)

Arief Yahya : TGB Adalah Gubernur Paling Komit Bangun Pariwisata

lombokonline.co.id, Mataram – Menteri Pariwisata RI, Dr. Ir. Arief Yahya menilai Dr. TGH. M. Zainul Majdi merupakan sosok gubernur yang paling komit membangun pariwisata. Hal itu disampaikan Menpar saat membuka Musyawarah Rencanan Pembangunan (Musrenbang) 2017 di Hotel Lombok Raya, Kamis (06/04/2017).

“Kalau saya mau berterus terang, saya hanya akan bantu provinsi, kabupaten/kota yang gubernur atau bupati/walikota yang komit dan konsisten membangun pariwisata,” ungkap Menpar saat itu.

Selain komitmen, Menteri yang pernah menjabat CEO Telekomunikasi Indonesia tbk. menilai pariwisata NTB saat ini tengah tumbuh dan menjadi perhatian dunia. Salah satu indikatornya adalah makin meningkatnya angka kunjungan wisatawan yang memenuhi destinasi-destinasi wisata di NTB. Namun, menurut Menpar, NTB belum dijadikan sebagai tempat tujuan utama (primary destination) bagi wisatawan. NTB masih menjadi pilihan kedua (secondary destinastion) bagi pelancong untuk berwisata, kalah dengan Bali yang sudah tenar di manca negara.

Menurutnya, saat ini Indonesia menempati posisi ke-empat di Global Muslim Travel Index, untuk wisata halal, setelah Malaysia, Uni Emirat Arab dan Turky. NTB merupakan satu-satunya destinasi wisata halal Indonesia yang masuk dalam posisi 4 tersebut.  Karena itu, untuk menjadi NTB sebagai destinasi utama di dunia, perlu penguatan branding. Saat ini, NTB sudah dikenal dunia sebagai salah satu destinasi halal dunia.

“Saya berbicara dengan Gubernur bagaimana NTB itu punya identitas. Dari itu, branding halal tourism kita kenalkan. Branding inilah yang harus kita perkuat,” ungkapnya saat itu.

Selain branding, faktor keamanan dan kebersihan harus menjadi perhatian dalam membangun pariwisata.

“Hanya saja, tempat-tempat wisata itu perlu dijaga kebersihannya. Kebersihan itu akan menghadirkan kenyamanan bagi siapa saja yang berkunjung,” tutur pria kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur itu.

Terkait kebersihan distinasi wisata dan sejumlah ruang publik, Gubernur menjelaskan menjaga kebersihan merupakan perilaku. Perilaku tersebut menurutnya perlu waktu untuk merubahnya. Namun, ia meyakini bahwa masyarakat NTB yang reiligious ini mampu menjadi contoh perilaku hidup bersih.

“Itu menurut saya merupakan potret bahwa masih banyak yang harus kita benahi, khususnya dari sisi perilaku,” jelas Gubernur hadapan sejumlah wartawan usai pembukaan Musrenbang. Karenanya, Gubernur yang akrab disapa TGB itu meminta dukungan semua pihak untuk menjaga kebersihan, terutama di destinasi wisata. Ia juga menghimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan agar tercipta NTB yang bersih.

“Kita bangunlah bersama pariwisata kita ke depan, Lombok-Sumbawa bersih, NTB bersih. Kita ajak semua elemen masyarakat,” pungkas gubernur.

Demi Korban Banjir Bima, TGB Jadi Tukang Foto Dadakan

lombokonline.co.id – Sebuah foto menarik tentang Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, hilir mudik di media sosial Facebook, beberapa hari ini. Dalam foto tersebut, terlihat gubernur yang akrab disapa TGB itu tengah memotret beberapa warga korban banjir yang ingin berpose bersama Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

Sepintas, tidak ada yang istimewa dari foto dua orang perempuan dan seorang lelaki korban banjir Bima yang tengah berpose bersama Menteri Khofifah tersebut. Namun, foto itu menjadi menarik karena memperlihatkan bahwa orang yang menjadi “juru potret” mereka adalah TGB yang saat itu berkunjung menengok kondisi banjir Bima bersama Khofifah.

Begitu diunggah ke Facebook, foto tersebut pun mengundang perhatian khalayak. Sejumlah pengguna Facebook mengekspresikan keterkejutannya karena melihat aksi TGB yang cukup jarang dilakukannya tersebut.

Melalui akun Facebooknya, salah seorang pengguna Facebook, Asrarudin Hamid mengutarakan kekagumannya.

“Itu yang fotoin Gubernur NTB, Subhanallah sekali…..” tulisnya saat mengunggah foto yang belum diketahui sumbernya tersebut.(aan)

Pantau Keamanan Malam Natal, Gubernur NTB Bertemu Guru SD

lombokonline.co.id – Pada malam pelaksanaan Hari raya Natal Sabtu malam (24/12) kemarin, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang akrab dipanggil TGB didampingi kasat Pol PP NTB, Karo humas Protokol NTB, Kapolda, Dan Lanal, dan Perwakilan Dr Korem 162 WB bersama rombongan berkeliling memantau keamanan beberapa Gereja besar di Mataram.

Gubernur TGB hanya ingin memastikan bahwa pelaksanaan malam Natal di NTB tetap kondusif dan aktifitas kebaktian dapat berlangsung dengan aman, tenang dan nyaman. Salah satu Gereja yg dikunjunginya adalah GPIB Immanuel Mataram.

Usia berdialog dan foto bareng bersama jemaat gereja, TGB beserta rombongan meninggalkan gereja. Tak disangka, di pintu gerbang Gereja TGB berpapasan dengan salah seorang ibu jemaat Gereja yang ternyata guru-nya ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi saat bertemu dengan guru SDnya di Gereja imanuel mataram.
Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi saat bertemu dengan guru SDnya di Gereja imanuel mataram. Photo via kicknews.today

“Ibu Adel ya?, ini guru SD saya,” jelasnya sambil meminta ajudan untuk mengabadikan momen tersebut dengan kamera. TGB yang sedikit kaget dan tak menyangka bisa bertemu guru semasa SD nya tersebut pun memulai perbincangan dan bernostalgia dengan masa lalunya saat masih sekolah.

Meskipun hanya sebentar, pertemuan tersebut cukup mengesankan bagi Adel Margareta, guru TGB saat sekolah di SDN 3 Mataram (kini SD 6 Mataram) dulu. Adel mengaku senang karena TGB bisa mewujudkan kerukunan antar umat bergama dan merangkul semua kalangan di NTB.

“Saya senang sekali bisa bertemu dengan Bapak Gubernur. Dari dulu dia memang orangnya baik dan pintar, bahkan sejak kelas satu. Selain pintar, dulu dia nakal, ya kalau nakal wajar ya, karena masih kecil,” tutur Adel saat ditemui.

Ia mengatakan TGB waktu sekolah memiliki banyak saingan yang cukup hebat.

“Dikelasnya ada 2 murid yang memang sangat pintar, yakni dia dan Rully, anaknya Pak Saleh itu yang sekarang jadi dokter. Mereka berdua itu dulu saingan,” pungkasnya.

“Dulu dia juga paling suka usil dan ganggu-ganggu teman kelasnya. Dia hobi main kasti,” lanjut Adel sambil mengenang masa lalu-nya saat mengajar TGB.

Ia juga berpesan pada muridnya yang kini sudah menjadi Gubernur NTB tersebut untuk selalu merangkul seluruh umat beragama yang hidup rukun di Lombok. Adel juga berharap agar masyarakat di Lombok selalu bersatu dan damai.

“Kita semoga rukun selalu. Damai, sampai kapan pun kita bersatu, kita bersaudara. Gubernur merangkul seluruh umat yang ada di Pulau Lombok,” pesannya.

Secara terpisah, Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi juga menyampaikan ucapan selamat natal kepada umat Kristiani yang merayakan Natal di NTB.

“Selamat merayakan hari Natal kepada umat Kristiani,” ujarnya. Zainul Majdi berharap hari Natal, yang dalam tradisi Kristiani itu dekat dengan makna kedamaian dan kebaikan, bisa menjadi pengingat, khususnya bagi umat Kristiani, bahwa beragama adalah menghadirkan kedamaian dan kebaikan.

Genpi Lombok Sumbawa : 7 Piala Untuk Ultah NTB ke 58

lombokonline.co.id – Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 17 Desember 2016 akan genap berusia 58 Tahun. Alhamdulillah tahun 2016 ini adalah tahun yang berkah buat NTB. Selain mendapat predikat WTP selama 5 tahun berturut-turut, pertumbuhan ekonomi NTB adalah salah satu yang terbaik di Indonesia.

Berbagai event pada 2016 ini sukses di gelar di NTB, baik event berskala nasional maupun kelas internasional. Berbagai rute penerbangan baru juga dibuka pada tahun 2016 ini, Lombok-Makasar, Lombok-Bandung maupun Lombok-Solo.

Pencapaian di bidang pariwisata pun, pada 2016 ini sangat luar biasa. Pencapaian 3 juta wisatawan sudah dipastikan tercapai, mengingat rilis data per oktober lalu telah mencapai 2.8 juta wisatawan. Berbagai event yang sifatnya baru sukses terlaksana seperti Grand Fondo New York, Turnamen Golf, perhelatan music jazz berkelas dunia, dan lain-lain.

Oktober lalu, Menteri Pariwisata didampingi Gubernur NTB dan Kepala Dinas Pariwisata telah melaunching komunitas Genpi. Gerakan Pesona Indonesia (genpi) yang merupakan official comunity dari Kemenpar ini dibentuk untuk membantu daerah dan pusat dalam melakukan publikasi serta promosi pariwisata. Saat itu Menpar memberikan tantangan bagaimana Lombok bisa mempertahankan predikatnya sebagai World Best Halal Destination.

Desember ini, atas kerja keras tim Genpi, Disbudpar Prov NTB, komunitas blogger dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, NTB berhasil menyabet 3 predikat dalam World Halal Tourism Award dan 4 piala pada Kompetisi Pariwisata Halal Nasional 2016. Genpi melalui gerakan go-digital nya memang menjadi backbone yang diperhitungkan dalam upaya pemenangan Lombok di 2 awards tersebut.

Hal ini merupakan sebuah kebanggaan, dalam berbagai keterbatasan, ternyata prestasi tetap bisa diraih. Intinya ada pada keseriusan, ketepatan strategi dan ikhtiar yang tiada henti sesuai tagline ultah NTB yang ke 58 kali ini : NTB Gemilang, Ikhtiar Tiada Henti.

Ditemui terpisah, Koordinator Genpi Lombok Sumbawa Chotijah atau akrab dipanggil Mbak Jhe dan Ketua Tim Online Genpi  Lombok Sumbawa Jackysan menuturkan bahwa menjadi volunteer / relawan ini bukanlah sebuah perkara mudah. Banyak tantangan yang sifatnya internal maupun eksternal.

“Internal lebih pada bagaimana kita menjaga semangat dan komitmen, membagi waktu dan memenuhi target kerja promosi. Sedangkan eksternal lebih pada tantangan bagaimana meyakinkan publik bahwa kami ini adalah gerakan volunteer, suka rela bukan gerakan yang eksklusif, berbayar atau bahkan gerakan politis,” tutur Jhe.

“Kami turut bangga 3 bulan ini energi kami habiskan untuk mengajak masyarakat Lombok NTB dan Indonesia untuk vote, memberikan suara untuk kemenangan Lombok dan Indonesia. Walaupun sekedar ajakan vote ternyata juga gak gampang,” jelasnya.

Secara terpisah, Ketua Tim Online Genpi Lombok Sumbawa, Jackysan, menyampaikan bahwa seringkali merasa kewalahan dalam mensosialisasikan gerakan volunteer mereka.

“Masih banyak masyarakat yang apatis, mengira ini gerakan apa. Untuk itulah kami melakukan kegiatan semacam ini juga berorientasi untuk meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam mempromosikan program-program pariwisata NTB,” pungkas Jackysan

Kemenangan Lombok tahun ini baik pada Kompetisi Pariwisata Halal Nasional (KPHN) maupun World Halal Tourism Award (WHTA) 2016 adalah pembuktian bahwa pada era digital ini zaman telah berubah, cara promosi juga telah berubah dari yang analog menjadi digital, sehingga dituntut untuk memanfaatkan dunia digital sebagai cara promosi yang lebih efisien, massif namun tetap efektif dan tertarget.

Sudah saatnya Lombok Sumbawa go-digital. Selain promosi, bisnis pariwisata juga harus segera beralih ke digital. Tentu saja kita tidak mau kalah dengan daerah lain, mengingat NTB (Lombok Sumbawa) adalah leader dalam berbagai hal terkait kepariwisataan.

Selamat Ulang Tahun NTB tercinta, kami bangga menjadi NTB. Bangga menjad bagian dari perjuangan menuju NTB yang makin Gemilang. (cho)