Skip to content Skip to left sidebar Skip to footer

Tag: HPI

Hati-hati, Dalam Waktu Dekat Akan Ada Sweeping Guide Ilegal

lombokonline.co.id, Mataram – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB bersama DPD HPI Prov NTB, Satpol PP dan juga Polisi Pariwisata Polda NTB dalam waktu dekat ini akan mengadakan operasi pembinaan lapangan terhadap pramuwisata atau tour guide yang beroperasi di wilayah Lombok dan NTB.

Ketua DPP HPI Nusa Tenggara Barat, Ainuddin mengatakan bahwasanya pembinaan tersebut dimaksudkan untuk memajukan pariwisata di NTB.

“Ini tujuannya adalah pembinaan dan pengawasan, banyak oknum yang melakukan kegiatan guiding, padahal bukan pramuwisata. Dasar hukum kita ada di Perda Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 4 tahun 2016 tentang Pramuwisata. Jadi ini ada dasarnya, bukan mengada-ada,” jelas Ainuddin

Ainuddin juga menuturkan bahwa pembinaan ini nanti akan didampingi tim gabungan langsung di lapangan. Waktunya akan diacak dan dirahasiakan.

Menurutnya, sesuai aturan yang berlaku, para oknum guide ilegal ini bisa dikenakan sangsi denda atau kurungan jika ditemukan pelanggaran terhadap aturan. Beberapa point yang termasuk pelanggaran adalah tidak melengkap diri dengan atribut pada saat guiding bagi anggota, juga akan menindak tegas guide yang tidak memiliki lisensi alias bodong.

“yang termasuk pelanggaran adalah, jika dia anggota HPI tapi tidak bawa atribut pada saat guiding, atau guide tanpa lisensi alias bodong. Guide luar NTB yang nggak pakai guide lokal juga pelanggaran,” jelasnya

Oleh sebab itu, Ainuddin menghimbau kepada semua pelaku wisata khususnya anggota HPI agar segera melengkapi diri dengan atribut saat bekerja. Hal tersebut juga bermaksud untuk menjaga identitas asosiasi dan etika profesional selaku pramuwisata.

Sedangkan untuk yang belum mengantongi ijin atau lisensi, tidak dibenarkan untuk melakukan aktifitas guiding sebelum mengikuti diklat serta dinyatakan lulus dan memiliki ijin resmi.

“Ini penting untuk melindungi profesi guide yang profesional dan juga untuk menjaga mutu pelayanan dan service kepada wisatawan. Syarat untuk menjadi pramuwisata sudah ada di Perda yang dimaksud, dibaca saja.” Pungkasnya.

Partisipasi Guide HPI NTB Untuk Indonesia

lombokonline.co.id – Masih di ajang kompetisi wisata halal dunia, kalangan guide dari organisasi Himpunan Peamuwisata Indonesia (HPI) NTB, juga ikut memberikan vote-nya, Selasa (15/11).

Secara serentak, hampir lima puluh guide yang tengah melakukan diklat pemandu wisata men-Vote untuk menangkan Indonesia. Dalam sepekan terakhir vote kompetisi world halal travel award 2016 masih akan dilakukan. Lombok memiliki potensi menjadi pusat wisata halal dunia ke depannya.

“Lombok sudah punya modal karena tahun lalu kita menjadi yang terbaik di dunia wisata halal. Prestasi ini harus bisa kita pertahankan. Caranya berikan vote untuk Lombok dan Indonesia secara keseluruhan. Semua pihak harus peduli,” ujar Ketua HPI NTB, DR H. Ainudin, SH, MH yang juga menjadi wakil Badan Promoai Pariwisata Daerah NTB.

Partisipasi Guide HPI NTB untuk Indonesia

Dalam kesempatan itu, Ainuddin menyampaikan organisasi pemandu wisata sangat berkepentingan dalam memenangkan kompetisi ini. Bukan saja HPI tetapi semua pelaku Pariwisata di Lombok. Bahkan, kata Ainuddin, seluruh masyarakat NTB sangat berkepentingan. Muara dari kemajuan Pariwisata NTB adalah kemajuan ekonomi masyarakat secara keaeluruhan. Karena itu semua warga Lombok Sumbawa yang memiliki kemampuan untuk vote harus ikut berpartisipasi memberikan suaranya.

Sebelumnya, Ketua BPPD NTB, Affan Ahmad, mengaku optimis Lombok keluar jadi pemenang dalam kompetisi bergengsi ini. Dengan ikhtiar yang dilakukan selama ini Affan Ahmad meyakini Lombok bisa menjadi yang terbaik dalam wisata halal dunia ini. Selain dukungan mayoritas muslim, Affan menyebut Lombok didukung oleh keberadaan seribu masjid dan sejuta santri.

“Kami optimis Lombok bisa menjadi pusat wisata halal dunia terbaik di masa yang akan datang,” katanya yakin. (sn)

Keren, Sulsel dan NTB Jalin Kerjasama Kembangkan Wisata Domestik

lombokonline.co.id – Prestasi yang ditoreh Lombok Sumbawa di bidang Pariwisata memberi energi positif bagi daerah Bumi Gora ini. Setelah Jawa Barat, Banten dan Kalimantan, kini giliran Sulawesi Selatan (Sulsel) jajaki kerjasama wisata dengan Nusa Tenggara Barat.

Rombongan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulawesi Selatan, tiba di Mataram, Sabtu (10/12) melakukan diskusi intensif, saling menjajaki potensi dan pasar domestik lintas dua provinsi. Antusias BPPD Sulsel fokus pada pengembangan wisata halal dan sistem manajemen organisasi Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB. Diskusi aktif dua lembaga badan promosi ini juga berkembang ke arah silang promosi.

Sulawesi Selatan diharapkan bisa menjadi simpul pengembangan Pariwisata dua daerah dengan menjual paket wisata di dua daerah. Silang program paket Pariwisata bisa menjadi yang pertama di Indonesia. Terlebih dua daerah ini memiliki latar belakang yang sama dalam budaya dan tradisi. Program ini akan menjadi menarik, mengingat adanya Bali sebagai sumber penyuplai wisatawan.

Wakil Ketua BPPD NTB, DR H Ainuddin SH, menyampaikan kunci kerbehasilan sinergitas antar stakeholder di NTB, adalah adanya kesamaan visi dan misi yang sama dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Lombok Sumbawa. Sinergi juga di bangun melalui lintas sektoral antara legislatif, eksekutif dan badan Promosi Pariwisata.

“Sinergi lintas sektoral dan kerjasama dengan semua stakeholder ini menjadi kunci kerbehaosilan kerja BPPD menjalankan tugas pokoknya yaitu promosi,” jelasnya singkat.

Dalam rombongan BPPD Sulsel ini juga hadir pengelola event MICE, Panca Sarungu, mempertanyakan sumber pembiayaan promosi yang mungkin diperoleh dari luar dana APBD. Termasuk bentuk kerjasama strategis antar stakeholder dan pelaku industri. Kesamaan kultur akan mempermudah kedua belah pihak untuk menawarkan destinasinya kepada wisatawan.

“Tinggal bagaimana memikirkan bentuk kerjasama antara kita untuk sama-sama membangun pariwisata Indonesia melalui pengembangan Pariwisata daerah kita masing-masing,” imbuh Panca Sarungu.

Sementara itu, H. Abdul Haris mewakili Kepala Dinas Pariwiaata NTB, mengatakan keberadaan BPPD di daerah bertindak selaku koordinator semua unsur pelaku melalui asosiasi Pariwisata sehingga tidak muncul ego sektoral. Dan merangkul semua pihak untuk sama-sama membangun Pariwisata NTB.

Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Selatan, Syarifudin Rahim, berharap ada kerjasama yang baik antara Sulawesi Selatan dan NTB dalam pengembangan Pariwisata di daerah karena semua stakeholder, baik Pemerintah, pelaku dan masyarakat sama-sama memiliki niat dan keinginan yang sama untuk mengembangkan Pariwisata di daerah. (has)