Skip to content Skip to left sidebar Skip to footer

Month: December 2016

Banjir Bandang Bima, 5 Kecamatan Terendam dan Mencekam

lombokonline.co.id – Hujan deras yang menerjang daerah Bima dan Sumbawa Nusa Tenggara Barat (NTB) menyebabkan banjir bandang di beberapa daerah. Akibatnya, ribuan rumah warga di Bima terendam banjir. Tak hanya itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan bahwa ada satu jembatan putus akibat terjangan banjir tersebut. Dan lima rumah harus hanyut terseret air.

“Di Kabupaten Bima banjir merendam di Desa Maria dan Desa Kambilo Kecamatan Wawo. Data sementara tercatat 25 rumah rusak berat, 5 rumah hanyut, 3 rumah rusak sedang, dan 1 jembatan negara putus,” kata Sutopo kepada Okezone, Rabu 21 Desember 2016.

Sutopo mengungkapkan, lima kecamatan di Kota Bima terendam banjir setinggi 1-2 meter meliputi Kecamatan Rasanae, Rasanae Timur, Rasanae Barat dan Punda. Tinggi banjir di wilayah Lewirato, Sadia, Jati Wangi, Melayu, Pena Na’e mencapai 2 meter. Ribuan rumah terendam banjir. Masyarakat dievakuasi dan para tahanan di LP Kota Bima juga dievakuasi karena terendam banjir.

“Sementara itu banjir juga merendam Desa Unter Kroke Kecamatan Unter Iwis Kabupaten Sumbawa. Sebanyak 120 KK/610 jiwa terdampak, 1 rumah rusak berat, 1 rumah rusak sedang dan 2 jembatan desa putus. Tinggi banjir 1-2 meter. Penerbangan dari Mataram ke Bima belum dapat dilakukan karena bandara terendam banjir,” paparnya.

Untuk saat ini, BPBD bersama dengan TNI, Polri, SAR, Tagana, PMI, SKPD, relawan dan masyarakat melakukan evakuasi warga. Pelayanan kesehatan diberikan bagi warga. Kebutuhan mendesak perahu karet, permakanan, selimut, tenda, air bersih, obat-obatan, makanan bayi dan lainnya.

Apresiasi Agen, ​Garuda Indonesia Lombok Gelar Develop Consortium Package

lombokonline.co.id – Bertempat di Hotel Golden Palace Lombok  Garuda Indonesia Mataram menggelar “Develop Consortium Package” sebagai sarana silaturahmi dan penghargaan bagi para agen dan GFF Platinum Lombok. Acara yang digelar pada senin 19 Desember 2016 ini dibuka langsung oleh GM Garuda Lombok Dasep A. Suanda.

Garuda telah mendapatkan lebih dari 40 award selama ini, bahkan dalam 2016 ini begitu banyak pencapaian Garuda seperti The World Best Cabin Crew dan The Lovely Airlines, termasuk The World Best Halal Airlines.

Pada presentasi yang disampaikan General Marketing Manager Garuda Lombok Heri Darmawan, pada 2017 ini banyak program telah dipersiapkan Garuda untuk mendorong pertumbuhan pariwisata dan industri penerbangan di Lombok.

pencapaian Garuda selama ini bukan apa apa tanpa peran agen dan corporate yang selama ini begitu mendukung program Garuda” demikian Heri menyampaikan.

Pada 2017 ini Garuda akan menambah berbagai rute terutama untuk Bali dan Surabaya. Sementara untuk Yogyakarta akan dilayani via Surabaya. Untuk jalur internasional lombok Guangzhu via Bali akan dibuka untuk mendorong pertumbuhan turis Tiongkok.

Berbagai agen dan corporate Garuda Lombok ikut meramaikan acara ini. Berbagai agen umroh dan berbagai corporate siap untuk berkonsolidasi mencapai target pada 2017.

Mekanisme baru ditawarkan Heri, untuk memudahkan pencapaian target pada 2017 dengan bekerjasama antar agen tanpa mengesampingkan entitas bisnis tiap agen.

Sebagai The Best Airline Garuda berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, penawaran terbaik dan kenyamanan bagi pelanggan (cho)

Solo, Pasar Nusantara Yang Menjanjikan Untuk Lombok Sumbawa

lombokonline.co.id – Dibukanya penerbangan langsung Lombok-Solo, memberi peluang besar bagi pasar wisata nusantara untuk Lombok – Sumbawa. Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, melihat Kota Solo menjadi pasar baru yang cukup menjanjikan bagi pasar nusantara Lombok-Sumbawa.

Selain karena potensi destinasi wisata Lombok-Sumbawa yang sudah sangat dikenal di nusantara, penerbangan langsung Lombok-Solo menjadi barometer tingginya minat wisatawan Solo mengunjungi Lombok Sumbawa. Minat wisatawan Solo ke Lombok-Sumbawa ini tanpak dari transaksi pasar wisata dalam misi sales mission BPPD NTB ke kota Kerajaan Mataram ini.

Table top yang menyertakan 23 unsur pelaku industri Pariwisata asal Lombok ini membuahkan hasil cukup signifikan. Lima puluh lebih buyer yang hadir di acara table top ini bahkan sudah bertransaksi untuk liburan akhir tahun hingga Maret 2017 mendatang.

“Saya belum pernah ke Lombok, kebetulan ada group yang minat sekali ke Lombok yang akan saya bawa libur akhir tahun ini,” ungkap salah seorang buyer, Andy (19/12).

Selama ini, Andy condong menjual paket tour nya ke Bali. Bali menjadi sasaran wisatawan Solo karena akses penerbangan yang mudah. Namun, informasi yang dilihat dari berbagai media tentang Lombok-Sumbawa membuat traveler Solo penasaran dengan Lombok-Sumbawa.

Andy mengaku, penasaran dengan Lombok-Sumbawa yang tahun ini kembali sukses meraih penghargaan terbaik dunia untuk destinasi halal dan honeymoon nya.

Ketua BPPD NTB, Affan Ahmad, sebelum membuka acara table top di hotel Paragon Solo, mengemukakan, BPPD berusaha menjaga citra Pariwisata Lombok-Sumbawa dengan menjaga pasar potensial kita. Tidak saja pasar luar negeri, tapi juga nusantara. Citra dan branding harus berjalan seimbang.

Pesan Menteri Pariwisata RI yang ‘membebankan’ perimbangan wisatawan mancanegara dan domestik, membuat BPPD NTB harus mampu menjaga pasar wisata Lombok-Sumbawa.

“Target kunjungan wisatawan ke Lombok terus ditargetkan meningkat. Karena alasan ini, BPPD berusaha terus berikhtiar untuk menwrobos pasar-pasar baru yang potensial. Salah satunya Kota Solo. Ini juga berkat kerja Pemerintah daerah yang telah melobi maskapai untuk membuka penerbangan langsung Lombok-Solo. Dan kita bisa lihat di acara sales mission ini, langsung disambut antusias calon wisatawan Solo,” papar Affan Ahmad yang kerap energik melakukan promosi.

Sebelumnya, Affan Ahmad, melansir target kunjungan wisatawan (domestik maupun mancanegara) harus mampu mencapai angka 4 juta kunjungan tahun 2018 nanti. Untuk mencapai angka itu, kerja keras dalam melalukan promosi harus dimulai dari sekarang. Terlebih menjelang libur akhir tahun dan libur sekolah seperti saat ini.

Secara terpisah, Ketua Asita Solo, Daryono dan Ketua BPPD NTB, Affan Ahmad, melakukan kesepakatan tidak tertulis menjaga slot penerbangan Lombok-Solo tetap terjaga.

“Kita harus bersinergi untuk tetap menjaga slot penerbangan ini tetap berjalan baik. Ini harus bisa kita pastikan. Saya sudah merencanakan untuk membawa pelaku industri untuk mengunjungi Lombok, menjajaki potensi pengembangan wisata dua daerah ini. Kami akan lakukan dalam waktu dekat ini,” pungkasnya.

Bandung Masih Jadi Pasar Potensial Wisata Lombok Sumbawa

lombokonline.co.id – Sedikitnya 50 industri pelaku Pariwisata Kota Bandung, antusias mengikuti road show BPPD di Kota Bandung-Jawa Barat, (17/12). Road show dengan acara inti table top wisata ini, diharapkan mampu menghasilkan transaksi usaha wisata bersama 20 seller asal Lombok Sumbawa ini ratusan juta rupiah.

Antusias sekitar 50 buyer dari kalangan pelaku industri Pariwisata di Kota Bandung bisa menjadi barometer, pasar Bandung masih cukup potensial untuk digarap. Di kalangan seller juga optimis transaksi bisa berjalan mulus menjelang penutupan akhir tahun 2017 ini.

“Kami yakin jelang tutup tahun ini, wisatawan nusantara asal Bandung atau Jawa Barat akan menyerbu Lombok,” jelas salah seorang pelaku, Husni.

Sementara, dijalankan pelaku industri wisata Bandung mengaku masih penasaran dengan keindahan Lombok Sumbawa. Terlebih dua kali Lombok Sumbawa menjadi destinasi terbaik dunia untuk destinasi halal dan destinasi bulan madu. Jelas memberi peluang cukup besar bagi NTB untuk bisa dikunjungi wisatawan asal Kota Kembang ini.

“Kita cuma masih penasaran dengan Lombok, katanya bagus untuk bulan madu,” katanya dengan tanda tanya besar.

Untuk pasar wisata nusantara dan Lombok Sumbawa, masih cukup potensial dikembangkan kota Bandung ini. Termasuk kota besar lainnya seperti Jakarta, Surabaya dan Semarang. Di penghujung tahun ini Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB menyasar lima kota di Indonesia sebagai tujuan promosi. Setelah melakukan di Jakarta, hari ini berlangsung di Bandung. Selanjutnya menyasar Solo, kemudian Semarang dan berakhir di Jogyakarta.

“Lima kota ini masih sangat potensial untuk kita garap dan kembangkan menjadi sumber kunjungan wisatawan nusantara untuk NTB. Itu sebabnya kami rawat. Solo menjadi sasaran road show ini karena penerbangan langsung Solo-Lombok sudah dibuka. Ini akan memberi peluang positif bagi pelaku industri dan Pemerintah yang menerima multiplayer effect dari kemajuan Pariwisata,” jelas Ketua BPPD NTB, Affan Ahmad.

Selain manfaat langsung yang diperoleh warga NTB, lanjut Affan, road show lima kota ini juga dilakukan untuk menjalin dan memperluas kerjasama dalam upaya peningkatan kunjungan wisatawan ke Lombok Sumbawa. Tahun 2017 nanti, NTB bisa lebih siap menyambut wisatawan di NTB mengingat fasilitas penunjang kunjungan wisatawan ke NTB terus membaik.

“InsyaAllah target kunjungan wisatawan ke Lombok Sumbawa mencapai 4 juta tahun 2018 bisa kita raih sesuai harapan kita,” pungkas Affan Ahmad. (has)

Genpi Lombok Sumbawa : 7 Piala Untuk Ultah NTB ke 58

lombokonline.co.id – Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 17 Desember 2016 akan genap berusia 58 Tahun. Alhamdulillah tahun 2016 ini adalah tahun yang berkah buat NTB. Selain mendapat predikat WTP selama 5 tahun berturut-turut, pertumbuhan ekonomi NTB adalah salah satu yang terbaik di Indonesia.

Berbagai event pada 2016 ini sukses di gelar di NTB, baik event berskala nasional maupun kelas internasional. Berbagai rute penerbangan baru juga dibuka pada tahun 2016 ini, Lombok-Makasar, Lombok-Bandung maupun Lombok-Solo.

Pencapaian di bidang pariwisata pun, pada 2016 ini sangat luar biasa. Pencapaian 3 juta wisatawan sudah dipastikan tercapai, mengingat rilis data per oktober lalu telah mencapai 2.8 juta wisatawan. Berbagai event yang sifatnya baru sukses terlaksana seperti Grand Fondo New York, Turnamen Golf, perhelatan music jazz berkelas dunia, dan lain-lain.

Oktober lalu, Menteri Pariwisata didampingi Gubernur NTB dan Kepala Dinas Pariwisata telah melaunching komunitas Genpi. Gerakan Pesona Indonesia (genpi) yang merupakan official comunity dari Kemenpar ini dibentuk untuk membantu daerah dan pusat dalam melakukan publikasi serta promosi pariwisata. Saat itu Menpar memberikan tantangan bagaimana Lombok bisa mempertahankan predikatnya sebagai World Best Halal Destination.

Desember ini, atas kerja keras tim Genpi, Disbudpar Prov NTB, komunitas blogger dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, NTB berhasil menyabet 3 predikat dalam World Halal Tourism Award dan 4 piala pada Kompetisi Pariwisata Halal Nasional 2016. Genpi melalui gerakan go-digital nya memang menjadi backbone yang diperhitungkan dalam upaya pemenangan Lombok di 2 awards tersebut.

Hal ini merupakan sebuah kebanggaan, dalam berbagai keterbatasan, ternyata prestasi tetap bisa diraih. Intinya ada pada keseriusan, ketepatan strategi dan ikhtiar yang tiada henti sesuai tagline ultah NTB yang ke 58 kali ini : NTB Gemilang, Ikhtiar Tiada Henti.

Ditemui terpisah, Koordinator Genpi Lombok Sumbawa Chotijah atau akrab dipanggil Mbak Jhe dan Ketua Tim Online Genpi  Lombok Sumbawa Jackysan menuturkan bahwa menjadi volunteer / relawan ini bukanlah sebuah perkara mudah. Banyak tantangan yang sifatnya internal maupun eksternal.

“Internal lebih pada bagaimana kita menjaga semangat dan komitmen, membagi waktu dan memenuhi target kerja promosi. Sedangkan eksternal lebih pada tantangan bagaimana meyakinkan publik bahwa kami ini adalah gerakan volunteer, suka rela bukan gerakan yang eksklusif, berbayar atau bahkan gerakan politis,” tutur Jhe.

“Kami turut bangga 3 bulan ini energi kami habiskan untuk mengajak masyarakat Lombok NTB dan Indonesia untuk vote, memberikan suara untuk kemenangan Lombok dan Indonesia. Walaupun sekedar ajakan vote ternyata juga gak gampang,” jelasnya.

Secara terpisah, Ketua Tim Online Genpi Lombok Sumbawa, Jackysan, menyampaikan bahwa seringkali merasa kewalahan dalam mensosialisasikan gerakan volunteer mereka.

“Masih banyak masyarakat yang apatis, mengira ini gerakan apa. Untuk itulah kami melakukan kegiatan semacam ini juga berorientasi untuk meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam mempromosikan program-program pariwisata NTB,” pungkas Jackysan

Kemenangan Lombok tahun ini baik pada Kompetisi Pariwisata Halal Nasional (KPHN) maupun World Halal Tourism Award (WHTA) 2016 adalah pembuktian bahwa pada era digital ini zaman telah berubah, cara promosi juga telah berubah dari yang analog menjadi digital, sehingga dituntut untuk memanfaatkan dunia digital sebagai cara promosi yang lebih efisien, massif namun tetap efektif dan tertarget.

Sudah saatnya Lombok Sumbawa go-digital. Selain promosi, bisnis pariwisata juga harus segera beralih ke digital. Tentu saja kita tidak mau kalah dengan daerah lain, mengingat NTB (Lombok Sumbawa) adalah leader dalam berbagai hal terkait kepariwisataan.

Selamat Ulang Tahun NTB tercinta, kami bangga menjadi NTB. Bangga menjad bagian dari perjuangan menuju NTB yang makin Gemilang. (cho)

Gong Promosi Lombok Sumbawa dan Launching Calender of Event 2017

lombokonline.co.id, Jakarta – Launching calender of event 2017 Lombok Sumbawa di Jakarta (15/12) menjadi pertanda, gong promosi Pariwisata NTB tahun 2017 dimulai. Launching calender of event ini dilakukan lebih awal agar pelaku industri Pariwisata NTB lebih siap menghadapi kunjungan wisatawan di awal tahun 2017.

Di gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata RI, peluncuran kalender kegiatan Pariwisata Lombok Sumbawa ditandai dengan pemukulan gendang beleq oleh Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kemenpar RI, Esty Retno Astuti, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, Lalu Moh Faozal dan pelaku Pariwisata NTB. Launching ini juga menjadi simbol dimulainya kerja keras Pemerintah dan asosiasi Pariwisata untuk mengejar target kunjungan wisatawan ke NTB mencapai 4 juta wisatawan tahun 2018 mendatang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Paeiwisata NTB, Lalu Moh Faozal dalam sambutannya menyampaikan, tahun 2017 Lombok Sumbawa lebih siap menyambut wisatawan yang akan datang ke Lombok. Kesiapan NTB ini menyusul semakin lengkapnya sarana dan prasaran pendukung serta infrastruktur di tanah bumi gora. Di antaranya ketersediaan kamar hotel mencapai 12.800 kamar dari hotel bintang 5, bintang 4 dan melati.

“Tahun ini saja, tingkat okupansi hotel di Lombok Sumbawa mencapai 75 persen. Target 3 juta wisatawan yang ditetapkan Pemerintah pusat, insayaAllah sampai akhir tahun ini bisa tergapai. Bahkan bisa melampaui,” terang Faozal optimis.

Target kunjungan wisatawan hingga tahun 2018, lanjut Faozal, untuk Lombok Sumbawa kini ditingkatkan menjadi 4 juta kunjungan. Target ini menjadi daya dorong teman-teman pelaku Pariwisata lebih aktif menata pasar potensial yang sudah ada. Dengan terus meningkatnya kunjungan wisatawan ke Lombok Sumbawa, Faozal berharap Lombok bisa menjadi destinasi yang unggul di Idonesia dan dunia.

Semangat dan kerja keras Pemerintah NTB, dalam usaha meningkatkan kunjungan wisatawan ini, mendapat apresiasi tinggi dari Kementerian Pariwiasata. Seperti yang diungkapkan Deputi Pengembangan Pasar Nusantara, Esti Retno Astuti, bahwa komitmen NTB mengembangkan Pariwisata dengan target kunjungan 4 juta wisatawan tahun 2018, terlihat dari launching calender of event yang dilakukan malam ini.

Sedikitnya ada 28 event Pariwisata yang siap digelar tahun depan sebagai daya tarik kunjungan wisatawan ke Lombok Sumbawa. “Namun, yang lebih penting ada tiga hal yang masih perlu mendapat perhatian Pemerintah daerah untuk menunjang Pariwisata di daerah. Yaitu, aksesibilitas, amenitas dan atraksi,” jelasnya.

Keimananan, lanjut Esty, juga menjadi sangat penting diperhatikan. Selebihnya, hal-hal yang menyangkut kesehatan lingkungan, bandara dan kesiapan teknologi (IT) penting diperhatikan. Karena dari assessment kementrian Pariwisata belum lama ini, NTB masih sangat lemah di tiga bidang itu.

Secara terpisah, Ketua BPPD NTB, Affan Ahmad, menyampaikan untuk memenuhi target kunjungan 4 juta wisatawan, Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB, sudah mengawali promosi ke 3 negara di penghujung tahun 2016 (Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura.

“Saat ini kami lanjutkan ihktiar kami berpromosi ke lima kota di dalam negeri. “Kami sudah mulai dari hari ini di Jakarta, melakukan table top, jualan paket. Selanjutkan dilanjutkan ke empat kota lain di Bandung, Semarang, Solo dan Jogjakarta. Ini bagian dari ihktiar kami mengejar target kunjungan wisatawan hingga 4 juta tahun 2018 mendatang,” pungkas Affan. (has)

Alhamdulillah, Keindahan Sembalun Kini Semakin Mendunia

lombokonline.co.id – Meski tersembunyi di bawah Gunung Rinjani, Desa Sembalun Lawang, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), akhirnya mendunia. Namanya semakin dikenal luas, karena desa tersebut meraih penghargaan World Halal Tourism Award (WHTA) 2016 di Abu Dhabi, Uni Emirate Arab (UEA), pekan lalu.

Sebagian besar masyarakat desa berhawa sejuk ini berprofesi sebagai petani. Hamparan sawah dan perkebunan di sana menjadi pemandangan berkesan bagi mereka yang hendak mendaki gunung Rinjani.  Ada tanaman yang tumbuh di tanah datar. Ada juga yang ditanam petani di tanah sengkedan yang bertingkat seperti tangga.

Perjalanan menuju lokasi ini akan melewati jalan berkelok. Namun, jangan khawatir, karena perjalanan itu akan dihibur dengan pemandangan pantai Gili Trawangan yang biru dari kejauhan. Ini adalah pemandangan yang tak dijumpai di kota metropolitan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB, Lalu Mohammad Faozal mengungkapkan, awal mula kesuksesan Sembalun meraih gelar ini. Pihaknya memilih Sembalun untuk maju dalam seleksi tingkat nasional. Penduduk desa ini 100 persen beragama Islam. Aktivitasnya kental dengan nilai-nilai keislaman.

“Hampir seluruh masyarakat Sembalun masih satu keluarga, ini karakter tersendiri, itu yang kita dorong,” kata dia di Sembalun, Sabtu (10/12).

Tak disangka, ijtihad ini tidak salah. Sembalun menang dalam seleksi Kompetisi Pariwisata Halal tingkat nasional dan menjadi wakil Indonesia di kompetisi Internasional. Kentalnya nuansa Islami yang bersanding apik dengan budaya yang masih tertata dengan baik menjadi keunggulan Sembalun.

Sejak ditetapkan untuk terjun dalam kompetisi WHTA 2016, Disbudpar NTB terus menggencarkan sosialisasi ke sejumlah tempat, seperti sekolah, kampus, pondok pesantren, instansi pemerintahan, hingga para pelaku wisata. Mereka diminta menggalang dukungan memilih (vote) Sembalun sebagai lokasi wisata terbaik untuk berbulan madu.

Kegiatan ini secara tidak langsung, memberikan pemahaman kepada warga NTB, bahwa Pulau Lombok memiliki destinasi wisata halal. Lagi-lagi usaha ini tidak sia-sia. Sembalun berhasil menjadi juara usai mengalahkan pesaingnya dari Malaysia.

Meski berhasil menjadi juara, Faozal tak menampik banyak hal yang harus dibenahi. Dalam waktu dekat, dia akan mengumpulkan seluruh pengelola hotel untuk membahas standardisasi perhotelan. Pihaknya menginginkan nuansa bulan madu ramah muslim terwujud secara menyeluruh.

Pada Mei 2017, Disbudpar NTB berencana menggelar festival bulan madu di Sembalun. Nantinya, akan ada paket khusus bagi Pasutri untuk menikmati keindahan alam Sembalun dengan bermain paralayang, memetik stroberi, juga memasak dengan cara dan alat tradisional. Semua itu tentunya dilakukan dengan pasangan tercinta.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Agus Budi Santosa, bersyukur dengan prestasi yang diraih Sembalun. Terlebih, prestasi ini merupakan tingkat internasional yang tentunya akan semakin menaikkan citra pariwisata Lombok.

Keragaman destinasi wisata, seperti pantai, gunung, budaya, dan bulan madu, merupakan langkah apik dalam menjadikan Lombok sebagai surga pelancong. (Oleh Muhammad Nursyamsyi, ed: Erdy Nasrul)

Tradisi Perang Topat, Simbol Keharmonisan Islam dan Hindu di Lombok

lombokonline.co.id – Ratusan umat Islam dan Hindu di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, memiliki tradisi tersendiri untuk merayakan perbedaan.

Masyarakat dengan latar belakang agama berbeda ini berkumpul di Pura Lingsar untuk melaksanakan tradisi perang topat.

Warga mulai memadati pelataran Pura Lingsar saat musik tradisional gendang beleq berbunyi menyambut iring-iringan kebon odeq (kebun kecil) berisi hasil bumi dan topat (ketupat), Selasa (13/12/2016) sore.

Rombongan itu berkeliling bangunan Kemaliq di dalam kompleks Pura Lingsar. Ritual ini menandai perang topat akan segera dimulai.

Warga yang sudah terbagi menjadi dua kubu, yaitu umat Islam dan umat Hindu, saling melempar ketupat yang sebelumnya sudah diarak.

Seperti perang pada umumnya, mereka saling serang menggunakan ketupat. Ritual inilah yang kemudian dikenal dengan sebutan perang topat.

Perang Topat di Lombok
Rangkaian Acara Perang Topat (c) achmadkharispramudya.blogspot.com

Meski saling lempar, mereka tidak sedang bermusuhan. Justru sebaliknya, perang ini menjadi simbol perdamaian umat Islam dan Hindu di Lombok.

Seusai perang, mereka membubarkan diri. Topat-topat yang sudah dilempar kemudian dipungut dan dibawa pulang oleh warga.

Mereka percaya bahwa dengan menebar ketupat tersebut ke sawah atau ladang maka akan memberi kesuburan.

Suparman Taufik selaku pemangku adat Sasak mengatakan, perang topat merupakan perang perdamaian antara umat Islam dan Hindu di Lombok yang telah berlangsung secara turun-temurun.

“Antara Muslim dan Hindu di sini terjadi persatuan yang bagus, artinya saling menghormati dan menghargai antara satu dengan yang lain,” kata Suparman.

Kesuburan

Selain sebagai simbol keharmonisan antarumat beragama, perang topat pada zaman dahulu merupakan ritual meminta hujan bagi para petani di Lombok.

Ketupat yang sudah dilempar dalam perang topat dipercaya warga sebagai pupuk di pertanian dan perkebunan. Oleh warga, ketupat tersebut disebar di sawah maupun digantungkan di pohon.

“Digantungkan di pohon-pohon supaya buahnya lebat dan tanamannya menjadi subur terutama di sawah, itulah makna kelebihan perang topat,” kata Rusdi, Kepala Dusun Taman Lingsar.

Cuaca Kurang Bersahabat, Pendakian Gunung Rinjani Akan Ditutup

lombokonline.co.id – Animo pendaki untuk pergi ke Gunung Rinjani di Lombok masih saja tinggi, terlebih menjelang libur akhir tahun. Namun pendakian Gunung Rinjani rencananya akan ditutup awal ini karena kondisi cuaca.

Meski belum ditetapkan tanggal pastinya, hal ini telah disampaikan oleh Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani kepada media. Sejumlah akun khusus pecinta kegiatan luar ruangan gunung juga turut menyebarkan informasi tersebut.

“Rencananya, memasuki musim hujan seperti tahun sebelumnya, pendakian akan ditutup kembali demi keselamatan pendaki. Rutin setiap Januari–Maret jalur pendakian ditutup, dan dibuka kembali pada 1 April 2017,” tulis akun Instagram @gunungindonesia, dikutip Okezone, Selasa (13/12/2016).

Keputusan ditetapkan oleh pihak Taman Nasional Gunung Rinjani atas rekomendasi BMKG setempat. Penutupan tersebut terbilang sering dilakukan di awal tahun ketika puncak musim hujan untuk menjamin keselamatan para pendaki.

Pasca ledakan Gunung Barujari September lalu, jalur pendakian Gunung Rinjani harus ditutup. Namun, tanggal 2 Desember lalu jalur pendakian kembali dibuka dengan pembatasan jalur. (fid)

Pesan Gubernur NTB di acara Pelantikan Pengurus PHRI NTB

lombokonline.co.id – Pelantikan pengurus PHRI NTB kali ini ada sesuatu yang berbeda, bukan saja dikarenakan dirangkainya acara ini dengan kegiatan Silaturahmi antar pelaku Pariwisata Se- NTB tetapi kehadiran Bapak Gubernur NTB, Dr. KH . Zainul Majdi (TGB) yang mampu menjadi tempat curhat para pelaku pariwisata yang hadir.

Bukan seorang TGB namanya jika di dalam sambutannya beliau tidak memberikan pencerahan dan nilai-nilai positif yang dapat menjadi perenungan bagi para undangan yang datang.

Sambutan beliau di acara PHRI ini penuh dengan kejutan hikmah, kejutan Hikmah yang membuat para peserta yang hadir semakin yakin tentang akan semakin gemilangnya pariwisata NTB di masa yang akan datang.

Kejutan Hikmah pertama, Tetap Memprioritaskan Pariwisata diantara sederet agenda Beliau yang padat, menegaskan bahwa Pariwisata adalah pilar utama pembangunan di propinsi ini, pariwisata adalah jawaban dari bagaimana kelak NTB mampu menjadi propinsi yang maju di masa yang akan datang.

Kejutan Hikmah kedua, ada 3 Pesan Beliau kepada PHRI NTB :

1. Bayarlah Pajak secara jujur, jangan biasakan menjalankan bisnis dengan kecurangan , karena tidak akan pernah ada berkah disitu.

2. PHRI tumbuh dan maju harus disertai dengan menggandengan UKM , janganlah hanya berfikir tentang keuntungan semata, tapi bagaimana juga menghidupkan masyarakat sekitarnya.

3. PHRI haruslah menjaga persatuan diantara anggotanya, jangan saling memecah belah, jangan biasakan untuk berfikir negatif, lupakan itu, sekarang waktunya untuk membangun pariwisata bersama, periuk kita di NTB itu adalah pariwisata, jangan sampai kita yang mengotori itu.

Kejutan Hikmah 3, dipenghujung sambutannya para peserta tidak menyangka beliau secara spontanitas membuka dialog langsung dengan para tamu yang hadir, memanggil Kadisbudparnya untuk berdiri disampingnya guna mencatat apa saja yang dikeluhkan, apa saja yang perlu untuk segera dibenahi di pariwisata NTB.

Begitu banyak yang bertanya, ada satu yang kemudian yang mengagetkan peserta, ternyata salah satu undangan yang hadir adalah Mbak Ida, Pegiat pariwisata Desa Setanggor Lombok Tengah. Bapak Gubernur NTB memberikan kesempatan kepada dia untuk menjelaskan tentang potensi desanya dihadapan para pelaku Industri pariwisata dan para awak media yang hadir, dan terakhir tadi Mbak Ida menceritakan bahwa dia telah dihubungi oleh banyak travel dan media untuk tidak lama lagi mereka semua akan berkunjung ke desa Setanggor dan meliputnya.

PHRI NTB dibawah kepemimpinan Nakhodanya yang baru H. L. Abdul Hadi Faisal tentunya harus berjuang keras untuk mampu membuktikan bahwa apa yang dipesankan Bapak Gubernur diatas tadi mampu diwujudkan, menjadikan PHRI tidak saja berfikir nilai-nilai bisnis semata, melainkan bagaimana menghadirkan senyum tulus kepada setiap wisatawan yang datang ke hotelnya. Sukses PHRI NTB ! Sukses Lombok Sumbawa ! (Tr)